English English Indonesian Indonesian
oleh

Kebaikan dan Dosa Menuju Pemilu

Oleh: Prof Qasim Mathar*

SAYA menulis, “Prof. Jalaluddin Rahman, sahabatku. Info berciri “diteruskan” yang berisi kecemasan tentang bangsa dan negara, biasanya dibikin oleh orang yang sedang sangat khawatir kalah dalam pemilu. Karena itu, dia menakut-nakuti warga dengan info seperti itu. Misalnya, dengan menyatakan bahwa seluruh bidang kehidupan sudah didominasi oleh orang Cina”. Begitu yang kutulis kepada sahabatku itu.

Jangan khawatir, sahabatku. Pilihlah paslon capres-cawapres yang disukai secara merdeka dan demokratis. Siapa pun yang jadi presiden, pasti akan mengurus Indonesia. Ketiga paslon adalah tokoh bangsa yang baik. Tidak seorang pun dari mereka adalah pengkhianat. Saya menyukai mereka semua, siapa pun yang terpilih kelak.

Sahabatku, tulisan tentang dominasi Cina, tidak semuanya benar. Ada pun yang dikuasai orang Cina, sudah lama dikuasainya. Tapi berkembang menjadi besar. Di antara sebabnya adalah karena mereka melakukan profesinya dengan (sangat) profesional dan rasional.

Hadis Nabi Muhammad saw tentang Cina, “Tuntutlah ilmu sekalipun di Cina”, kalau dipercaya, membawa pesan agar belajarlah kepada orang yang lebih pintar dan unggul. Tetapi sekarang, saat Cina tetap sebagai bangsa unggul, aneh, justru sikap anti Cina yang berkembang. Tidakkah itu berarti, umat tidak menaati pesan nabinya tentang Cina. Aneh!

Hary Tanoesoedibjo (HT), Ketua Umum Partai Perindo, tokoh nonmuslim, meresmikan dan melantik Pengurus Pusat Majelis Dzikir partainya. Prof Dr TGB Zainul Majdi Lc MA, ulama, alumni Al-Azhar Mesir, hadir di pelantikan itu selaku Ketua Harian Nasional Partai Perindo. Ramailah tanggapan terhadap HT yang bukan muslim dan TGB yang cendekiawan muslim itu. 

News Feed