English English Indonesian Indonesian
oleh

Moses, Nabi Musa AS

Ada film menarik di Netflix — dengan masa putar sekitar 4 jam. Film dokumenter dengan penguatan wawancara beberapa agamawan: Islam, Kristen dan Yahudi. The Story of Moses. Kisah tentang Nabi Musa AS. Sebuah kisah yang ada di dalam Al-Qur’an/dan Alkitab. Nabi Musa adalah seorang Pangeran Mesir — yang besar di lingkungan Istana sebagai cucu dari Firaun yang kemudian meninggal. Pamannya — saudara lelaki Ibunya — kemudian menggantikan sang Firaun. Belakangan Musa didakwa membunuh seorang petingginMesir dan sang Pangeran — yang ternyata keturunan Bani Israel — harus melarikan diri menuju ke Median. Di mana ia kemudian menikahi Zipora. Ia kemudian ‘bertemu’ Tuhan yang kemudian memerintahkannya untuk menyelamatkan bani Israel dan membawa keluar mereka dari Mesir.

Perjalanan spritual dari bayi Nabi Musa AS hingga mendapat perintah menyelamatkan Bani Israel dalam kepercayaan Islam dikisahkan dalam surat Al-Qasas.
Ketika Nabi Musa AS ditugaskan menemui Firaun, maka dalam film maupun Al-Quran (dan tentu juga dalam kitab suci lainnya) — dikisahkan bagaimana ia meminta agar dibantu oleh saudaranya Nabi Harun. Maka dalam Surat Al-Qasas ayat 35 — Allah SWT berfirman, “Qāla sanasyuddu ‘aḍudaka biakhīka wa naj'alu lakumā sulṭānan fa lā yaṣilụna ilaikumā biāyātinā, antumā wa manittaba’akumal-gālibụn.” (Kami akan menguatkan engkau (membantumu) dengan saudaramu, dan Kami berikan kepadamu berdua kekuasaan yang besar, maka mereka tidak akan dapat mencapaimu; (berangkatlah kamu berdua) dengan membawa mukjizat Kami, kamu berdua dan orang yang mengikuti kamu yang akan menang.”).

Film ini juga menceritakan bagaimana ketika Nabi Musa AS dan bani Israel sampai di tepi Laut Merah yang membatasi kota Suez dengan Semenanjung Sinai, Allah SWT memerintahkan Nabi Musa AS agar memukulkan tongkatnya ke laut. Lalu Musa As melakukannya. Maka terbelahlah air laut dan terbentanglah dua belas jalur jalan raya yang akan dilalui Nabi Musa As bersama pengikut-pengikutnya yang terdiri dari dua belas rombongan, sehingga selamatlah mereka sampai ke seberang. Dalam Al-Quran disebutkan dalam surat Al-Syura ayat 63,””fa auḫainâ ilâ mûsâ anidlrib bi‘ashâkal-baḫr, fanfalaqa fa kâna kullu firqing kath-thaudil-‘adhîm.” (Lalu, Kami wahyukan kepada Musa, “Pukullah laut dengan tongkatmu itu.” Maka, terbelahlah (laut itu) dan setiap belahan seperti gunung yang sangat besar).

Fir‘aun bersama rombongannya terus mengejar mereka. Tetapi ketika mereka sampai di tengah-tengah laut itu, air laut kembali bertaut, sehingga mereka semuanya tenggelam ditelan air laut. Kejadian itu disaksikan oleh Bani Israel telah selamat sampai ke seberang. 
Terbelahnya laut merupakan salah satu dari berbagai mukjizat Nabi Musa As untuk membuktikan kepada manusia bahwa Allah adalah Mahakuasa. Dialah yang menciptakan alam ini dan Dia pula yang menetapkan undang-undang alam yang berlaku sepanjang masa, dan Dia berkuasa pula mengubah atau membatalkan undang-undang alam tersebut apabila dikehendaki-Nya.


Selain sebagai kisah keagamaan — sebagaimana dituliskan banyak ahli sejarah, juga disampaikan para tokoh agama di film itu — kisah Nabi Musa AS juga membawa pesan bahwa meskipun berkali-kali mendapat nikmat dan perlindungan Allah SWT melalui Nabi Musa, Bani Israil tidak pernah merasa bersyukur bahkan terus melakukan pembangkangan terhadap Allah dan Nabi Musa.  Digambarkan bagaimana Ketika Nabi Musa turun dari Gunung Thur Sinai membawa ‘Sepuluh Perintah Tuhan’, ia begitu marah ketika melihat para pengikutnya kembali ke kehidupan berhalanya — membuat patung sapi emas dan menyembahnya sebagai Tuhan mereka.

Nabi Musa digambarkan tak pernah sampai di tanah yang dijanjikan. Ia wafat. Ia memahami bagaimana kaum Bani Israil yang keras kepala, suka memberontak (suka membangkang), dan tak pandai mensyukuri nikmat Allah SWT. Salah satu perintah Tuhan yang diberikan kepada Bani Israel melalui Nabi Musa adalah: Jangan membunuh sesamamu manusia! Dan hari-hari ini kita membaca berita bahwa dengan kejamnya sekitar 30 ribu orang Palestina dibunuh/dibantai di tanah air mereka sendiri. *

News Feed