English English Indonesian Indonesian
oleh

Nilai-nilai Puasa dalam Aktualisasi Pemenuhan Kewajiban Perpajakan

Oleh : Suwandi, Pegawai Kantor Pelayanan Pajak Pratama Maros

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”.

Kutipan dari Al-Qur’an yang terdapat pada Surat Al-Baqarah ayat ke-183 di atas mengandung maksud bahwa puasa Ramadan merupakan suatu kewajiban kita semua sebagai orang yang beriman sebagaimana yang telah diwajibkan kepada generasi-generasi sebelum kita dengan tujuan untuk ketakwaan kita.

Arti kata takwa dapat dijabarkan secara etimologi bahwa kata takwa berasal dari waqa-yaqi-wiqoyoh yang memiliki arti hati-hati, waspada, mawas diri, memelihara keimanan yang diwujudkan dalam pengamalan ajaran agama Islam secara utuh dan istikamah. Didefinisikan oleh Ibnu Abbas dalam Tafsir Ibn Katsir bahwa takwa merupakan suatu rasa takut untuk berbuat syirik kepada Allah dan selalu mengerjakan ketaatan kepada-Nya.

Dengan melaksanakan puasa Ramadan, diharapkan seorang hamba dapat menjadi hamba yang penuh kehati-hatian, mawas diri dan memelihara keimanan yang diwujudkan dalam pengamalan ajaran agama Islam secara utuh dan istikamah. Lebih dari pada itu, dengan melaksanakan puasa Ramadan diharapkan seorang hamba dapat senantiasa taat kepada Alloh SWT dan senantiasa menjauhkan diri dari hal-hal yang dapat mendekatkan pada kesyirikan. Keberlangsungan seorang hamba yang penuh ketakwaan tersebut diharapkan tidak hanya ada pada saat bulan Ramadan saja namun juga untuk saat-saat berikutnya guna menjadi pribadi yang muttaqin.

News Feed