English English Indonesian Indonesian
oleh

Terpaksa Mengungsi

Tak ada yang mau jadi pengungsi. Apalagi di tanah sendiri. Merujuk pada pengertiannya, pengungsi adalah seseorang atau sekelompok orang yang meninggalkan suatu wilayah guna menghindari suatu bencana atau musibah.

Dalam kondisi cuaca buruk, mengungsi adalah pilihan satu-satunya. Bertahan di tengah ketidakpastian bencana yang datang kapan saja, tentu bukan hal baik.

Musim hujan ini, bencana hidrometeorologi menjadi kewaspadaan setiap orang. Hujan deras disertai angin kencang plus petir, bisa menyebabkan korban. Mulai dari korban harta benda, hingga korban jiwa.

Untuk mengantisipasi hal buruk itu, masyarakat harus paham mitigasi bencana. Bagaimana upaya menyelamatkan diri, sebelum, saat, dan setelah bencana.

Ini yang sedang terjadi pada warga yang bermukim di Kecamatan Manggala. Ketinggian air saat musim hujan, bisa merendam rumah mereka. Hal ini sudah menjadi peristiwa tahunan. Mau pindah tempat tinggal pun sulit. Bertahan apalagi.

Bertahun-tahun menempati wilayah tersebut, masyarakat kini mulai sadar. Tak ada gunanya melawan takdir alam. Pilihannya, mengungsi sebelum bencana banjir tiba.

Pemkot Makassar sangat mendukung inisiatif masyarakat kali ini. Semua pihak saling membantu. Menyediakan kebutuhan dasar, di lokasi-lokasi pengungsian. Minimal, selalu ada dapur yang menawarkan nasi hangat beserta lauk dan sayur mayur.

Meski belum ada laporan ketinggian air yang meresahkan. Namun hujan di awal tahun ini sudah mulai menggenangi sejumlah wilayah. Beruntung, air cepat surut. Ini karena hujan sepanjang hari mengalami jeda beberapa waktu. Kadang gerimis, kadang hujan intensitas sedang hingga deras, atau tiba-tiba cerah yang terjadi dalam sehari.

News Feed