English English Indonesian Indonesian
oleh

Kendaraan Listrik Tekan Emisi Karbon, Lebih Hemat dan Sehat Tanpa Asap

MAKASSAR, FAJAR — Pemerintah terus mendorong agar penggunaan kendaraan listrik di jalan, semakin banyak. Hal ini demi mengurangi emisi karbon dari kendaraan bermotor berbasis Bahan Bakar Minyak (BBM).

Baru-baru ini, Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara resmi menaikkan subsidi konversi motor listrik. Penambahan subsidi ini sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 13 Tahun 2023 tentang Perubahan Atas Permen ESDM Nomor 3 Tahun 2023.

Dari sebelumnya subsidi Rp7 juta, menjadi Rp10 juta per unit. Tentu saja, hal ini menjadi daya tarik yang sayang dilewatkan.

Seperti yang dilakukan Muhammad Iqbal (38). Ia memutuskan untuk mengganti kendaraannya menjadi motor listrik, awal September 2023. Iqbal memilih United E-Motor MX1200. Ia mengaku merasakan perubahan sensasi berkendara dibanding motor berbahan bakar bensin.

“Yang paling terasa suaranya. Kalau dahulu ada suara mesin, sekarang sudah tidak ada dan sangat ramah lingkungan. Tarikannya juga oke. Malahan tarikan di awal, lebih bagus motor listrik. Lebih responsif juga,” ungkap Iqbal.

Ia berhitung, sebelum menggunakan motor listrik, pengeluaran BBM dalam 4-5 hari mencapai Rp50 ribu. “Sekarang isi baterai motor bisa di mana saja. Saya biasa isi baterai di rumah, atau di kantor. Kalau dihitung sekali charge itu sekitar Rp2.500. Kalau baterainya penuh, bisa menempuh jarak hingga 80 kilometer. Pastinya lebih hemat,” terang pria yang bekerja di Kanwil Kemenag Sulsel ini.

News Feed