English English Indonesian Indonesian
oleh

Stoikisme Mahasiswa; Negosiasi Ego dan Mencari Jalan Tengah

Mahasiswa bukan sekadar menempuh pendidikan. Mereka juga sedang mencari jati diri.

Mencari hal-hal baru yang sesuai dengan diri mereka. Juga memperbanyak pengalaman untuk bekal mendapatkan pekerjaan. Secara garis besar memang begitu, namun masih banyak mahasiswa yang berkuliah dengan ogah-gahan, menganggap materi perkuliahan tidak penting.

Mereka tidak merancang hal-hal yang akan mereka capai saat kuliah sehingga pertengahan kuliah banyak yang bingung menentukan langkah selanjutnya. Hal itu terjadi karena mereka tidak siap secara mental.

Jika perkuliahan dimulai pada pagi hari, banyak mahasiswa yang terlambat. Banyak dalih dijadikan sebagai kendala. Mulai terlambat bangun karena habis begadang mempersiapkan kegiatan lembaga, begadang bermain game, hingga begadang karena mengerjakan tugas dengan deadline tengah malam.

Mahasiswa yang memiliki tempat tinggal yang jauh dari kampus juga sering terlambat, karena terkena macet. Belum lagi jika sampai di kampus, dosen berhalangan hadir. Banyak di antara mereka merasa kecewa atau kesal. Hal fatal yang dilakukan oleh mahasiswa tanpa mereka sadari adalah terlena akan hal hal kecil yang dianggap sepele, tetapi sangat berpengaruh terhadap diri mereka. Seperti mahasiswa yang lulus dengan rentang waktu yang lama karena kurangnya kesadaran dan persiapan pada awal perkuliahan.

Perilaku Amburadul

Hal-hal seperti ini, salah satunya dipicu karena mahasiwa kurang pandai dalam mengatur waktu. Sering pula mereka kurang mampu mengendalikan diri. Fenomena ini sebetulnya bias diteropong dengan Teori Stoikisme. Di dalam problem ini, ada dikotomi kendali yang bisa menjadi solusi dari permasalahan mahasiswa.

News Feed