English English Indonesian Indonesian
oleh

Covid-19 Kembali Berbahaya?

Kasus Covid-19 di Indonesia makin meningkat. Singapura juga menunjukkan hal yang sama. Jumat lalu — kasus di Indonesia sudah melewati angka 1.000 kasus pada Jumat (14/4). Jumlah itu menjadi penambahan tertinggi sejak 22 Desember 2022. Berdasarkan catatan resmi — dalam sepekan misalnya, kenaikan kasus konfirmasi Covid-19 mencapai 46 persen, pun dengan kasus kematian Covid-19 yang dilaporkan meningkat mencapai 146 persen. Rinciannya, selama periode 1-7 April, jumlah kasus Covid-19 yang dilaporkan berjumlah 3.709 kasus, lalu naik menjadi 5.417 kasus konfirmasi Covid-19 selama rentang periode 8-14 April. Selama periode seminggu April sebanyak 80.101 orang telah diperiksa. Sepekan setelahnya, jumlah warga yang diperiksa naik 9,9 persen menjadi 88.087 orang. Capaian pemeriksaan Covid-19 itu dihitung berdasarkan hasil pemeriksaan menggunakan metode polymerase chain reaction (PCR) alias tes swab, tes cepat molekuler (TCM), dan rapid test antigen. Berdasarkan data — kenaikan kasus sebelumnya menyatakan tak menutup kemungkinan subvarian Omicron XBB 1.16 alias Arcturus menjadi pemicu kenaikan kasus Covid-19 di Ibu Kota dan kota lainnya di Indonesia.

***

Apakah tepat warga di negeri atau daerah ini tetap tenang-tenang? Apakah wajar acara ‘berkumpul’ dengan berbagai alasan masih tepat di suasana peningkatan kasus yang begini ekstrim? Sekali lagi berdasarkan saran dari berbagai pakar — peningkatan kasus tak bisa ditanggapi dengan tenang-tenang saja. Beberapa kantor swasta — dimasa kerja kejepit menyambut cuti lebaran — mewajibkan karyawannya untuk melakukan tes PCR karena terdeteksi adanya jajaran yang menunjukkan terkena virus atau menunjukkan garis positif.

Disebutkan oleh banyak kalangan resmi — peningkatan kasus Covid-19 tidak hanya pada kasus harian tetapi kasus aktif pun menunjukkan peningkatan. Sebelumnya, selama beberapa bulan ke belakang, penambahan kasus virus corona “hanya” berkisar di angka 200-300 kasus per hari. Kini, kasus harian tembus angka 900. Tak hanya itu, penambahan jumlah kasus aktif yang semula di bawah 100 kasus per hari pun kini menyentuh angka 600 kasus.

Kekhawatiran harus kita sampaikan. Meskipun kita bisa membandingkan — bahwa jajaran pengelola Singapura tetap menyatakan optimismenya bahwa kondisi ini bagaimanapun buruknya — upaya mengatasinya sudah tidak seburuk periode yang lalu. Padahal sebagaimana diberitakan Singapura tengah diserang gelombang COVID-19 yang ‘cukup hebat’ sejak satu bulan terakhir. Hal ini membuat kasus harian COVID-19 meningkat dari 1.400 menjadi 4.000 kasus sehari pada minggu lalu. Menteri Kesehatan Singapura Ong Ye Kung mengatakan sekitar 30 persen kasus adalah reinfeksi atau orang yang terinfeksi ulang. Jumlah ini lebih tinggi dari gelombang sebelumnya yang hanya 20 hingga 25 persen. Jumlah pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit juga meningkat dibandingkan bulan lalu. Jika sebelumnya hanya ada 80 pasien, kini meningkat menjadi 220 pasien.

***

Singapura dengan optimis menyatakan — bahwa penanganan Covid-19 kali ini telah mendemonstrasikan tentang seberapa jauh kita telah berhasil menangani Covid-19. Bahkan dengan serangan Covid-19, Singapura juga terus menjalani hidup secara normal. Tidak disibukkan dengan angka infeksi. Mungkin Indonesia juga bisa menjalani itu. Mungkin begitulah endemisitas. Tetapi apapun, tetap kita harus memiliki ‘protokol’ yang memiliki standar. Untuk menghindarkan kepanikan baru. Apakah Covid-19 kembali berbahaya, mungkin benar tetapi kita pasti bisa mengatasinya — jika kita memiliki kesepahaman yang baik tentang endemi ini.**

News Feed