English English Indonesian Indonesian
oleh

Tipologi Daerah Maju di Sulsel

Penetapan indikator tipologi kelompok Tingkat Kemajuan suatu daerah menggunakan perbandingan antara data Pendapatan Perkapita dengan data Pertumbuhan Ekonomi di masing-masing daerah. Sedangkan penetapan indicator tipologi kelompok Tingkat Kesejahteraansuatu daerah menggunakan perbandingan antara data Tingkat Kemiskinan dengan Tingkat Eksploitasi Ekonomi dari masing-masing daerah.

Dari hasil olah data, diperoleh beberapa informasi unik dan menarik diketahui sebagai bahan evaluasi. Pada kasus tipologi kelompok daerah dengan Tingkat Kemajuan kabupaten/kota di Sulsel dengan kategori “Cepat maju dan tumbuh cepat”, diperoleh hasil perhitungan, bahwa ternyata pada periode sebelum pandemic, hanya ada 1 daerah berkategori tersebut, yakni, Makassar. Kemudian, untuk periode pandemic justru meningkat menjadi 4 daerah,  sesuai bobot rangkingnya, yakni: Wajo, Soppeng, Parepare, dan Pinrang. Demikian juga pada era pasca pandemi, yakni Makassar, Bantaeng, Parepare, dan Soppeng.

Kemudian dalam kategori daerah “Maju  tapi tertekan”, sebelum pandemic ada 6 daerah pada posisi tersebut, yakni: Pagkep, Luwu Timur, Maros, Parepare, Pinrang, dan Wajo. Tapi pada masa dan pasca pandemic, berkurang jadi hanya 4 daerah. Masing-masing, Makassar, Luwu Timur, Pangkep, dan Maros. Serta, Pangkep, Luwu Timur, Wajo, dan Pinrang.

Selanjutnya, dalam kategori, daerah “Sedang tumbuh”, pada masa sebelum pandemic ada 9 daerah, yakni: Bantaeng, Sopeng, Bone, Selayar, Barru, Luwu Timur, Toraja Utara, Tana Toraja, dan Gowa. Kemudian saat pandemic meningkat menjadi 14 daerah, yakni: Bantaeng, Palopo, Sinjai, Luwu, Bone, Barru, Sidrap, Enrekang, Takalar, Gowa, Bulukumba, Toraja Utara, Jeneponto, dan Tana Toraja. Dan pasca pandemic berkurang jadi 5 daerah, yakni: Palopo, Luwu, Bone, Barru, dan Tana Toraja.

News Feed