English English Indonesian Indonesian
oleh

Siapkan Dies Natalis Ke-68, Unhas Usung Tema Konektivitas Budaya dan Sains Menuju World Class University

FAJAR, MAKASSAR-Universitas Hasanuddin (Unhas) tengah menyiapkan perayaan Dies Natalis ke-68. Kick off Dies Natalis Unhas ini akan dimulai pada momen Upacara Peringatan Hari Pendidikan, Kamis, 2 Mei di Lapangan Upacara Unhas, Kampus Tamalanrea.

Sejumlah rangkaian acara yang akan Unhas laksanakan yaitu, pertandingan olahraga 8-18 Agustus di UKM dan GOR. Pengabdian dan pameran di Kabupaten Pinrang pada 20-21 Agustus. Kemudian, Pameran dan Festival pada 23 Agustus di GOR, dilanjutkan Tabligh Akbar pada 31 Agustus.

Rangkaian lainnya yaitu, International Student Festival pada 2 September di GOR, Reuni Akbar pada 8 September, Fan Walk dan Family Gathering di Unhas dan GOR pada 7 September. Ada juga Seminar Internasional pada 5 September, Ziarah ke makam Sultan Hasanuddin dan makam Pattene pada 7 September, dan Upacara Terbuka dalam Rangka Dies Natalis ke-68 Unhas di Baruga AP Pettarani dan Malam Ramah Tamah pada 9 September.

Dies Natalis ke-68 ini Unhas memercayakan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) sebagai host dan Fakultas Farmasi sebagai co-host. Dies Natalis ini mengangkat tema “Konektivitas Budaya dan Sains Menuju World Class University”. Menurut Ketua Panitia Dies Natalis ke-68, Dr Kaharuddin, tema ini diangkat untuk menjelaskan perjalanan Unhas yang telah menempuh masa yang panjang dengan capaian sangat signifikan.

Kini, Unhas memasuki usia ke-68 dan telah menuju pada predikat World Class University, yaitu penilaian, perangkingan, dan pengakuan yang berskala internasional. Beberapa strategi telah diimplementasikan antara lain: Unhas telah melakukan publikasi karya dosen dan mahasiswa, baik secara mandiri maupun kolaborasi dalam jurnal akademik yang terakreditasi internasional; memiliki karya yang bereputasi unggul dan HAKI yang didanai oleh Unhas atau sponsor yang terkait serta memiliki indeks rujukan yang tinggi.

Pada umumnya fakultas sebagai penopang capaian Unhas menuju World Class University telah meraih akreditasi unggul, baik pada skala nasional maupun internasional seperti: FIBA, ASIIN, dan AUN-QA.

“Selain itu, Unhas telah melakukan penguatan jejaring dengan pihak luar melalui kolaborasi secara berkala dalam hal pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ungkap Wakil Dekan Bidang Kemitraan, Riset, dan Inovasi FIB Unhas ini.

Pada tahun 2024 dalam usia ke-68, Unhas memilih dua aspek, yaitu budaya dan sains sebagai wahana kolaborasi dengan stakeholder yang terkait. Budaya dan sains menjadi pilihan tema karena keduanya saling berkontribusi untuk menemukan relasi yang harmonis, yakni budaya dapat mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal untuk menghasilkan insan yang memiliki karakter unggul. Adapun sains mengeksplorasi nilai dan praktik budaya membentuk diskursus literasi sains untuk mengantar Unhas menuju World Class University.

“Tema yang diusung dalam Dies Natalis Unhas yang ke-68 ini merangkul keragaman budaya dalam sains yang mengarah pada penelitian ilmiah yang inklusif. Inovasi dan kontribusinya dapat memberikan solusi yang efektif terhadap masalah-masalah ilmiah yang aktual dan global untuk dikolaborasikan dengan stakeholder,” ungkap Dosen Sastra Indonesia Unhas ini.

Menurutnya, menyongsong era Society 5.0 Unhas telah melakukan trace study untuk mengetahui pengalaman dan kompetensi lulusan dalam memperoleh pekerjaan dan pengetahuan yang terekspos dalam dunia kerja. Solusi alternatif yang dilakukan Unhas adalah menggenjot segenap dosen dan mahasiswa untuk berkolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi, baik dalam negeri maupun luar negeri untuk menghasilkan penelitian yang lebih relevan dengan keperluan pasar kerja dan industri. Selain itu, Unhas telah menuju pada pandangan ideal tentang pemanfaatan teknologi untuk mengatasi tantangan masyarakat modern. (*/)

News Feed