English English Indonesian Indonesian
oleh

Aksi Literasi Kebudayaan Berkelanjutan Menuju Generasi Emas 2045

Oleh: Muh. Zulhamdi Suhafid, Penggiat Literasi

Aksi literasi kebudayaan berkelanjutan merupakan inovasi yang penulis tawarkan sebagai langkah merawat kebudayaan lokal Indonesia yang berkelanjutan agar budaya dan tradisi tidak hilang disebabkan arus perkembangan globalisasi teknologi.

 Hal ini menjadikan masyarakat Indonesia kurang menerapkan nilai-nilai moralitas yang dijunjung tinggi dari zaman nenek moyang. Inovasi ini dapat dijadikan sebagai acuan untuk melakukan sebuah pergerakan literasi kebudayaan karena orientasinya berkelanjutan untuk mencapai sumber daya manusia yang berkualitas. Dalam konteks hubungan internasional, semua aktor internasional dapat dilibatkan seperti pemerintah, organisasi internasional, masyarakat sipil, dan lain-lain. Maka dari itu, Gen Z juga dapat menjadi aktor pendukung dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Karang Taruna tergolong Gen Z yang dapat menjadi aktor dalam penerapan SCLA. Adapun Langkah-langkah dalam menerapkan Sustainable Cultural Literacy Action yaitu sosialisasi, internalisasi, dan inkulturasi.

Sosialisasi

Karang Taruna perlu melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar merawat Kembali kebudayaan lokal Indonesia. Contohnya seperti yang ada dalam kehidupan Masyarakat Bugis Makassar yaitu Tradisi Mappatabe’ dan Budaya Sipakainga, Sipakatau, dan Sipakala’biri, dan budaya lokal lainnya dalam kehidupan Bugis Makassar. Budaya dan tradisi tersebut menjadi pedoman perilaku sopan santun masyarakat jeneponto. Sosialisasi tersebut perlu diadakan karena melihat sebagian masyarakat Jeneponto terutama generasi milenial yang kurang memiliki rasa hormat kepada orang lain atau masyarakat yang kurang berpendidikan.

News Feed