English English Indonesian Indonesian
oleh

Harga Beras Naik

Pesta demokrasi telah usai, dan alhamdulillah berlangsung lancar di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Hasil Quick Count telah diumumkan, menunjukkan bahwa pasangan calon nomor 2 mendapatkan suara terbanyak. Namun, kita masih perlu menunggu hasil Real Count dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk memastikan. Sementara menanti hasil yang pasti, muncul berbagai topik diskusi hangat, antara lain isu kecurangan yang disebut Terstruktur, Sistematik, dan Masif (TSM), dugaan KPU melakukan manipulasi peningkatan jumlah suara, dan wacana ada kekuatan people power. Topik-topik tersebut tersebar di berbagai media, termasuk gambar, media cetak, warung kopi, kafe, media sosial, dan dalam komunitas keluarga.

Tetapi topik tersebut mulai reda karena naiknya harga beras di pasaran. Harga beras premium naik sebesar 0,49 % yaitu menjadi Rp16.450 / kg, sedangkan harga beras medium tetap Rp 14.300/kg. Lalu naiknya harga beras ini langsung dihubungkan dengan pembagian bantuan beras dari pemerintah sebelum hari H pesta demokrasi, opini masyarakat bahwa stok beras berkurang/ sedikit karena permintaan banyak maka harga beras jadi naik. Konon beras yang telah dibagi kepada masyarakat secara gratis itu memang merupakan stok Bulog yang memang diperuntukkan bagi program bansos. Jadi tidak ada hubungannya dengan meningkatnya harga beras. Panen gabah pada musim tanam yang lalu memang menurun akibat El-Nino yang sangat dasyat yang mengurangi 20% – 30% lahan tidak ditanami, karena lahan sangat kering dan hujan tidak turun serta pupuk kurang dipasaran.

News Feed