English English Indonesian Indonesian
oleh

Serba-serbi Jelang Pemilu 2024

SuarA: Nurul Ilmi Idrus

Jelang Pemilu 2024 ada banyak hal yang, ada yang kocak, ada yang menyedihkan, menakutkan, dan menimbulkan kemurkaan. Sebuah video yang diunggah menampakkan seorang ibu paruh baya sedang menghampiri seorang ibu yang lain yang sedang berwajah lusuh. Ketika ditanya tentang penyebab kelusuhannya, si ibu menjawab: “Hidup lagi capek-capeknya, tiba-2 datang sosok idaman, dia baik, dia perhatian, punya rencana masa depan yang bagus, punya janji2 manis, gua kira jodohku, ternyata dia caleg partai”. Sebelumnya, netizen berharap-harap cemas, siapa gerangan sang lelaki pilihan. Eits, ternyata caleg partai yang sedang tebar pesona. 

Jelang Pemilu, hubungan Megawati dan Jokowi sedang tidak baik-baik saja. Ini dipicu oleh sejumlah hal, yang dimulai ketika anak tertua Jokowi—Gibran—pindah ke Partai Golkar dan menjadi cawapres Prabowo. Gibran yang usianya belum memenuhi usia minimal calon (40 tahun ketika itu), bukannya urung untuk maju, malah mengubah UU terkait melalui putusan MK No. 90/PUU-XXI/2023 yang memuluskan Gibran untuk menjadi cawapres Prabowo.  Tak pelak, kritikan demi kritikan dimuntahkan publik. Namun, Jokowi tak bergeming karena harta yang paling berharga adalah “keluarga”, anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu. Selain itu, anak bungsu Jokowi—Kaesang—hengkang dari PDIP ke PSI dan langsung menjadi ketua umum. Belakangan terdengar bahwa Kaesang akan digadang-gadang menjadi Gubernur DKI. Yang membuat Megawati semakin berang adalah diturunkannya sejumlah baliho Ganjar-Mahfud MD di sejumlah tempat. Jokowi yang biasanya hanya dianggap sebagai “petugas partai”, kini tak lagi dapat dikendalikan oleh Megawati. Tak heran jika Megawati memberikan “kode keras” dengan menabuh genderang perang. Kita tinggal menunggu tabuhan di episode bersambung.

Yang memprihatinkan ketika di podcast Abraham Samad—SpeakUp—Mr. Bossman  mengemukakan ketakutannya terkait pertarungan menuju kursi presiden dan wakil presiden. Menurutnya, dari sisi psikologi forensik, begitu pasangan Prabowo-Gibran menyatakan masuk [bertarung], maka pasangan ini tidak boleh kalah. Jadi pasangan No. 2 memiliki aura api yang paling besar, dengan banyak kemarahan, banyak ketakutan [untuk kalah]. Oleh karena pasangan ini tidak boleh kalah, maka pasangan ini akan menghalalkan segala cara untuk memenangkan pertarungan, termasuk jika itu melanggar rambu-rambu etika, moral, bahkan hukum. Pada pasangan No. 1, ada kegelisahan dan kekecewaan karena tidak mendapatkan porsi selama 8 tahun terakhir dalam pemerintahan Jokowi. Sedangkan pasangan No. 3 dinilainya sebagai “pasangan terjepit”, dan kemungkinan hanya mendapatkan suara militannya sendiri.

Jelang Pemilu, terutama Pilpres, biasanya capres-cawapres diundang berbagai institusi/organisasi untuk berdebat. PP Muhammadiyah, misalnya, mengundang ketiga pasangan tersebut. Jika dua pasangan lainnya telah menyambut dan menunaikan undangan tersebut, pasangan Prabowo-Gibran justru saling lempar tanggungjawab dan ketika waktu telah ditentukan, pada saatnya masing-masing membatalkan, seperti keduanya memang tidak ingin melayani undangan tersebut. Gibran mungkin akan kewalahan untuk berdebat karena pada berbagai kesempatan ia kelihatan grogi jika ditanya. Ketika dalam suatu kesempatan ia diminta untuk menjelaskan visi-misinya, ia justru menyerahkan kepada jubirnya untuk menjawab. Padahal visi-misi sudah harus di luar kepala, kapan dan dimanapun siap untuk dijelaskan. Gimana ya nanti jika debat capres-cawapres diselenggarakan oleh KPU? 

Di Solo, Jokowi pernah menjabat sebagai Walikota dan kini jabatan yang sama diduduki oleh Gibran. Namun,  ketika Jokowi berkunjung ke Solo didampingi oleh Prabowo, teriakan-teriakan “Anis Presiden” bergema, membuat Jokowi dan Prabowo tersenyum-senyum kecut karena tidak menyangka penduduk setempat akan melecehkan keduanya dengan mengelu-elukan pasangan capres-cawapres No. 1. Ini sama sekali tidak mencerminkan bahwa Jokowi dicintai rakyat Solo, sebagaimana rumor yang berkembang bahwa keberhasilan Jokowi di Solo, hanya sebatas casing, tidak pada content-nya. Rumorkah ini?

News Feed