English English Indonesian Indonesian
oleh

Teater Keliling Tampilkan Teater “Musikal Calon Arang” di Lima Kota, Ada Makassar dan Toraja

FAJAR, MAKASSAR-Teater Keliling didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation kembali mempersembahkan pertunjukan drama yang kali ini berkonsep musikal bertajuk Musikal Calon Arang, yang diadaptasi dari cerita rakyat Bali.

Pertunjukan yang dikolaborasikan dengan musik, bela diri, tari dan nyanyian ini dipentaskan di 5 kota, antara lain Bandung, Kudus, Madura, Makassar (21 September), dan Toraja 24 September).

Di Makassar berkolaborasi dengan Teater Kampus Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar dan didukung oleh Dr. Asia Ramli Prapanca, M.Pd., direktur Sanggar Seni Teater Kita Makassar.

Di Toraja Utara berkolaborasi dengan Sanggar Seni Suka Ria Arts Fest, Batikta Tora, Kinawa Arts Studio dan Bhadrika Nusantara dan SMA Katolik Rantepao. Di Toraja Utara dipentaskan di Buntu Pune Kecamatan Kesu dan dikoordinir oleh Lukman US dan Faraditha.

“Teater Keliling senantiasa menampilkan sebuah pertunjukan yang unik dan kaya akan pesan dan kecintaan akan budaya bagi para penikmat seni terutama generasi muda dengan berkeliling ke berbagai wilayah di Indonesia. Dalam Musikal Calon Arang ini, Teater Keliling menghibur para penikmat seni di lima kota: Bandung, Kudus, Madura, Makassar dan Toraja Utara. Tentunya penampilan Teater keliling disambut baik oleh para pecinta seni dengan jumlah penonton di lima kota yang mencapai 2000 penikmat seni. Di Makassar penontonnya mencapai 600 penonton. Kegiatan ini merupakan sebuah kegiatan positif karena selain menyajikan pertunjukan, Teater Keliling juga mengajak generasi muda setempat untuk berkolaborasi dan terlibat dalam setiap pertunjukan yang diselenggarakan. Ini sejalan dengan misi kami dalam mengenalkan dan menumbuhkan rasa cinta akan kebudayaan kepada generasi muda, khususnya melalui seni pertunjukan,” ujar Rudolf Puspa, pendiri dan sutradara Teater Keliling.

Musikal Calon Arang sendiri bercerita tentang hidup seorang dukun sakti nan keji di sebuah desa bernama Desa Girah.

Dukun itu bernama Ki Rangda, sosok ibu yang menyayangi anaknya, Ratna Manggali.

Ratna adalah sosok cantik ‘yang terkutuk’, ia tidak kunjung mendapat pendamping akibat ketakutan orang-orang terhadap sosok sang ibu yang menyeramkan.

Bayang-bayang Ki Rangda, sang dukun sakti menjadi konflik utama dari kisah yang mempertemukan karakter demi karakter yang akan ditemui dalam pementasan ini.

Mampukah Ratna Manggali mendapatkan pendampingnya?

Bagaimana akhir kisah Ki Rangda dan Calon Arang?

“Keberagaman budaya dan suku bangsa yang kental melalui legenda atau cerita rakyat yang dimiliki Indonesia begitu kaya. Ini menjadi penting dimana Teater Keliling ingin terus melanjutkan upaya dalam melestarikan cerita-cerita rakyat Indonesia yang tentunya menjadi identitas terbaik yang dimiliki bangsa ini. Melalui kreativitas, cerita rakyat akan disajikan dalam konsep pertunjukan ‘broadway’ yang modern namun tidak kehilangan sisi tradisionalnya sebagai bentuk bangga terhadap apa yang budaya kita miliki,” ujar Dolfry Inda Suri, Ketua Yayasan Teater Keliling.

“Kami harap tentu para milenial dapat mengenal cerita-cerita rakyat ini sebagai kekayaan yang perlu diceritakan secara turun temurun. Agar cerita rakyat tidak punah keberadaannya dan sekaligus mengingatkan kembali bahwa Indonesia tidak kalah kaya dari negara-negara luar dengan materi cerita rakyat yang klasik dengan ciri khas daerah masing-masing yang begitu unik,” kata Dolfry.

Hari ini, 24 September 2023, pukul 19.30 akan dipentaskan di Buntu Pune Kecamatan Kesu Toraja Utara.

Seluruh tim produksi mengundang dengan hormat kepada seluruh Komunitas Seni dan masyarakat Toraja untuk dapat menyaksikan pertunjukan yang sangat menarik ini, yang di dalamnya mengandung nilai-nilai budaya, pendidikan dan nilai-nilai kemanusiaan. (*)

News Feed