English English Indonesian Indonesian
oleh

HM Amin Syam Bintang Cendekia


Oleh: Anwar Arifin

Melalui telepon genggam, saya memperoleh informasi bahwa Mayjen (Purn) HM Amin Syam, wafat pada hari Jumat pukul 23.53, 01 September 2023 di Makassar. Amin Syam adalah Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan Periode 2003-2008, “Innalillahi wa Inna Ilaihi Rajiun”.

Secara pribadi, saya mulai akrab dengan Bapak H. M. Amin Syam tahun 1993 ketika beliau menjadi Ketua Umum DPD I Golkar Sulsel (1993-1998). Keakraban itu lebih kental ketika saya menjadi salah satu wakil beliau (Wakil Ketua) pada struktur kepengurusan Partai Golkar Sulsel (1998-2003). Beliau terpilih lagi menjadi Ketua Umum Partai Golkar Sulsel periode 2003-2008.

Nilai-nilai Utama

Dalam buku“H. M. Amin Syam Militer Madani” (2007) saya menulis dalam “Sekapur Sirih”, bahwa Amin Syam adalah seorang tokoh dan pemimpin dengan kepemimpinan yang dapat memenuhi nilai – nilai utama orang Bugis, yaitu warani, malemmpu, macca, dan sitinaja/ (berani, jujur, cerdas, dan pantas). Nilai – nilai utama orang Bugis lainnya yang cukup mewarnai kiprah Amin Syam sebagai tokoh politik penting di Sulsel adalah “sipakatau” (saling memanusiawikan). Dengan nilai – nilai utama orang Bugis itu, beliau sukses menyelamatkan Golkar di Sulsel ketika sedang dihujat keras pada permulaan era reformasi (1998-2000).

Dalam pemilihan umum tahun 1999, dan pemilu tahun 2004 yang terlaksana secara demokratis, Partai Golkar tampil sebagai pemenang dominan di Sulsel. Dengan prestasi itu, pantas jika Amin Syam selaku ketua partai pemenang, dan juga selaku Ketua DPRD Provinsi Sulsel, diperhitungkan eksistensinya oleh semua pihak. Tak salah jika DPRD Sulsel memilihnya menjadi Gubernur Sulsel periode 2003 – 2008.
Haji Muhammad Amin Syam, yang lahir tanggal 12 Desember 1945 di Bone, adalah tokoh yang “tawadhu”. Emosinya sangat matang dan lisannya terkontrol baik. Ketua DPD I MKGR Sulsel (2006-2011) itu bukanlah tokoh yang meledak-ledak, dan royal melontarkan pernyataan yang kontroversial dan memanaskan situasi perpolitikan. Beliau adalah sosok yang kalem, tenang, santun, cerdas dan cermat, dalam situasi apapun. Justru itu beliau mudah menjalin kerjasama dengan berbagai pihak. Beliau juga menganjurkan pentingnya akhlak politik dalam semua kegiatan sosial politik.

Bintang Cendekia

Ketika pertama kali dalam tahun 1993 saya menyaksikan Beliau berpidato tanpa teks dengan runtut dan jernih serta sangat substansial, saya berkomentar pada teman – teman bahwa ketua kita (Amin Syam) ternyata seorang yang cerdas. Pada saat acara rehat minum teh bersama Amin Syam, komentar itu saya sampaikan kepada beliau secara langsung. Beliau hanya tersenyum, dan berkata pelan, “terima kasih”. Hubungan saya selanjutnya dengan Amin Syam dapat juga dibaca dalam buku, “Anwar Arifin, Ilmuwan di Arena Politik”. (2002).

Amin Syam memang memiliki prestasi akademik Bintang Cendekia. Tak salah jika beliau bisa tampil sebagai tokoh yang dapat memadukan antara kecerdasan intelektual dengan seni dalam menggerakkan politik yang digumuli selama hampir dua dekade. Politik memang disebut juga sebagai seni, yaitu seni mendesain apa yang mungkin. Tak salah jika Amin Syam dikenal sebagai tokoh politik yang sukses dengan gaya akomodatif, tenang, cerdas, ramah, dan bijak.

H.M.Amin Syam adalah salah satu tokoh politik di Sulsel yang banyak berkiprah di arena politik dan pemerintahan. Beliau telah menempati berbagai posisi penting, seperti Bupati Kabupaten Enrekang, Ketua DPD I Golkar Sulsel, dan Ketua DPRD Sulsel. Tak salah jika beliau tercatat sebagai tokoh nasional di Sulsel yang sukses dengan latar belakang militer. Karier militernya ditempuh selama sekitar delapan tahun di Arteleri Medan (Armet), yang sering disebut “seni”.

Sejalan dengan posisi tersebut, maka pada diri Amin Syam tercermin berbagai pengalaman yang membentuk watak dan jati dirinya tentang bagaimana memperlakukan dengan “cantik” politik sebagai seni dari berbagai kemungkinan.

Tinta Emas

H. M. Amin Syam yang dibesarkan oleh orang tua, yang berofesi sebagai polisi dan disiplin itu, telah tiada. Semoga almarhum “husnul khatimah”. dan mendapat tempat terbaik disisi Allah swt, serta dilapangkan kuburnya. “Al- Fatihah”.

Selamat jalan Bapak H.M.Amin Syam, karya, prestasi, dan jasamu, telah tertulis dengan “tinta emas” dalam sejarah sosial, politik, dan pemerintahan di Sulawesi Selatan(*)

Jakarta, 7 September 2023.

News Feed