English English Indonesian Indonesian
oleh

Dosen UMI Ajarkan Pengelohan Singkong yang Inovatif

FAJAR, MAROS— Tugas dosen bukan hanya mengajar mahasiswa saja. Mereka juga terjun langsung ke masyarakat untuk mengabdi.Seperti yang dilakukan oleh dosen Universitas Muslim Indonesia (UMI) melalui pengabdian Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) dengan menggelar pelatihan pembuatan modified cassava flour (Mocaf). Kegiatan tersebut digelar di Desa Pucak Kabupaten Maros sejak 3 Juli hingga 17 Agustus 2023.

Kegiatan tersebut diketuai oleh Nurmaya Efendi dan dua dosen pengabdi lainnya. Yakni Selpida Handayani dan Farizah Dhaifina dan beberapa mahasiswa.Nurmaya menjelaskan singkong asal Desa Pucak dijual dalam bentuk mentah (belum diolah) ke pedagang pengumpul yang datang mengunjungi petani saat panen raya singkong. Dimana harga jual yang sangat rendah dan harganya akan semakin anjlok saat musim panen raya jatuh pada musim hujan, sehingga butuh sentuhan ilmu pengetahuan agar bisa meningkatkan nilai ekonominya.

Untuk itu pihaknya bekerjasama dengan karang karuna Bukit Kemuning yang dikoordinatori oleh Fathurahman untuk memanfaatkan peluang diversifikasi olahan berbasis Singkong (mocaf, brownies, cookies). Dimana bahan bakunya sangat melimpah di Desa Pucak dapat menjadi salah satu inovasi dan kreasi baru untuk menambah nilai ekonomi hasil alam mereka dan menyerap tenaga kerja sehingga menurunkan angka pengangguran dan kriminalitas di Desa tersebut.

“Dalam kegiatan ini tim pengabdi DRTPM UMI 2023 memberikan pembekalan tentang nilai ekonomi dan manfaat pengolahan singkong yang melimpah dipucak, dilanjutkan dengan praktek diversifikasi pengolahan singkong dengan mengolahx menjadi mocaf praktek pembuatan brownies dan cookies berbahan dasar mocaf yang diikuti oleh masyarakat dan anggota karang taruna Kemuning sebanyak 25org. Selanjutnya peserta juga diberi pembekalan tentang pengemasan yang higienis dan marketable, pengelolaan keuangan usaha, serta tata cara registrasi produk olahan singkong dan self-declare untuk halal MUI yang nantinya akan muda diperjual belikan dalam akun e-commerce dengan diberikannya pendampingan pembuatan akun Tokopedia, Shoopee, dan Lazada,” kata Nurmaya, Kamis, 17 Agustus. (edo).

News Feed