English English Indonesian Indonesian
oleh

Air Sungai Mirip OIi Bekas, Dewan Minta Segel Pabrik Pembuang Limbah

Mia sendiri mengaku, sebelum pabrik datang, kondisi sungai sangat jernih. Banyak anak-anak yang bermain di sana, bahkan memancing ikan. “Waktu saya pengantin baru, masih banyak anak-anak lompat mandi-mandi di situ. Banyak orang memancing. Airnya itu hijau,” jelasnya.

Namun sekarang, anak Sungai Tallo sepanjang dua kilometer itu sudah rusak parah. Fungsinya hanya digunakan sebagai jalur transportasi warga untuk menuju empang. Itu pun sudah sulit karena pendangkalan. “Masyarakat di sini kan banyak kerja empang. Jadi itu sungai untuk lewat saja. Selebihnya tidak adami gunanya. Bau busuk sama kotor yang ada,” terangnya.

Sanksi Tegas

Komisi A DPRD Makassar meminta pemkot tegas terkait dugaan pencemaran lingkungan yang ditimbulkan industri di sekitar Kampung Bontoa. Dewan meminta agar disanksi.

Sekretaris Komisi A DPRD Bidang Perizinan, Abdul Wahab Tahir mengatakan pemerintah tidak boleh tinggal diam terkait masalah ini. Apalagi jika pengelolaan limbahnya terbukti membahayakan dan mencemari lingkungan sekitar, termasuk Sungai Tallo.

“Berikan sangsi tegas bisa segel dan tutup pabriknya sekalian,” tegas Ketua Fraksi Partai Golkar itu, Selasa, 16 Mei.

Wahab juga mengatakan meminta kepada anggota Fraksi Golkar di Komisi C untuk segera mengambil tindakan yang dianggap perlu demi menyelamatkan lingkungan sekitar. “Itu harus karena penting,” katanya.

Anggota Komisi C DPRD Makassar, Fasruddin Rusli juga menekankan bahwa masalah ini sangat penting untuk ditindaklanjuti. Sebab itu, Komisi C telah mengambil tindakan untuk menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP).

News Feed