English English Indonesian Indonesian
oleh

Sarasehan Politeknik Swasta Bakal Digelar, Jawab Kekhawatir Jarang Dipilih, Padahal Tawarkan Berbagai Keunggulan

Kedua, perlu ada pemikiran bersama mengenai kebijakan pemerintah terkait pengelolaan pendidikan vokasi. Politeknik seringkali disamakan dengan universitas, padahal mereka memiliki peran dan kebutuhan yang berbeda. Akhwanul menekankan bahwa politeknik membutuhkan praktisi yang kompeten untuk menjadi dosen, bukan hanya mereka yang memiliki gelar S2 dengan bidang ilmu tertentu yang linier. Akhwanul menyambut baik kehadiran Direktorat Jenderal Vokasi yang baru dan siap untuk berkolaborasi.

Ketiga, politeknik swasta juga diharapkan dapat membuka kesempatan kerjasama internasional. PELITA ingin membangun kolaborasi dengan mitra di luar negeri dan menggarap pasar tenaga kerja luar negeri, khususnya dalam bidang-bidang seperti migas, konstruksi, teknik, dan kesehatan. Hal ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi anggota PELITA dan politeknik swasta secara keseluruhan.

PELITA berharap melalui sarasehan ini dan melalui upaya aktif politeknik swasta, lulusan vokasi Indonesia dapat bersaing di kancah global. Dalam menghadapi bonus demografi pada tahun 2030, politeknik swasta memiliki peran penting yang harus dimainkan dalam mencari manfaat dan memberikan kontribusi yang signifikan. Akhwanul mengungkapkan impian PELITA agar politeknik swasta dapat dikenal secara luas dan menjadi pilihan utama bagi mereka yang ingin belajar di Indonesia.

Sarasehan ini akan diadakan secara daring dan gratis sebagai wujud kolaborasi dan semangat politeknik swasta untuk masa depan pendidikan vokasi yang lebih baik. PELITA berharap melalui kerjasama dengan berbagai pihak, politeknik swasta dapat meningkatkan citra mereka dan memberikan kontribusi yang signifikan dalam memenuhi kebutuhan global. (edo)

News Feed