English English Indonesian Indonesian
oleh

Pasar Modal Tumbuh Signifikan di Sulsel

MAKASSAR, FAJAR — Dunia masih digempur dengan ketidakpastian ekonomi. Di Sulsel, industri jasa keuangan tetap optimis.

Diketahui perekonomian nasional saat ini mengalami perlambatan pertumbuhan sebesar 5,05 persen (yoy) dibandingkan pada tahun 2023 yang tumbuh sebesar 5,31 persen (yoy).

Di sektor pasar modal, terdapat pertumbuhan Single Investor Identification (SID) yang signifikan di wilayah Sulampua, terutama di Sulsel. Pada posisi Februari 2024, tumbuh sebesar 40,94 persen (yoy) atau mencapai 799.903 SID.

“Instrumen investasi masih didominasi oleh Reksadana dengan porsi dan pertumbuhan tertinggi, sementara SBN mengalami pertumbuhan terendah jika dibandingkan dengan instrumen investasi lainnya,” kata Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar, Darwisman.

OJK mencatat kinerja Industri Jasa Keuangan (IJK) Wilayah Sulampua Pada tumbuh di berbagai sektor.
“D imana pertumbuhan total aset sebesar 7,37 persen, DPK (dana pihak ketiga, red) sebesar 5,20 persen, dan kredit sebesar 9,81persen (yoy),” ucapnya.

Pertumbuhan tersebut diikuti dengan tingkat intermediasi loan to deposit ratio (LDR) sebesar 126,65 persen dan non-performing loan (NPL) yang terjaga di angka 2,70 persen.

“Kinerja yang baik ini juga mencerminkan daya tahan industri perbankan yang tetap stabil dalam menghadapi berakhirnya restrukturisasi kredit perbankan,” ujarnya.

Lalu untuk perkembangan industri keuangan non-bank (IKNB) di wilayah Sulampua juga turut menunjukkan pertumbuhan pada posisi Januari 2024 (yoy). Hal ini tercermin dari total piutang perusahaan pembiayaan yang tumbuh sebesar 15,36 persen menjadi Rp40,71 triliun.

News Feed