English English Indonesian Indonesian
oleh

Gaza: Menyambut Idulfitri Minus Kata “Selamat”

OLEH: Rukman Abdul Rahman Said
(Dosen IAIN Palopo/Pembina PMDS Palopo/Peserta Daurah Internasional ASFA di Mesir)

Ied Sa’id (عيد سعيد) adalah kalimat yang lazim diucapkan oleh orang Arab ketika menyambut hari raya lebaran. Makna harfiahnya adalah “Hari Raya Bahagia”, yang semakna dalam tradisi kita “Selamat Hari Raya”, “Selamat Menyambut Lebaran”, “Selamat Menyambut Hari Kemenangan”, dan slogan-slogan lain yang semakna.

Namun, tampaknya kalimat-kalimat tersebut bakal tak sanggup terucap oleh bibir penduduk muslim Gaza. Tak akan terdengar kata “Selamat”, tak ada kata “Bahagia”, dan kata “Kemenangan” yang akan menghiasi bibir yang penuh sumringah dalam menyambut lebaran tahun ini, laiknya kaum muslimin di belahan dunia yang lain.

Setelah mengalami gempuran yang tiada kunjung henti dari pasukan penjajah Zionis Israel, yang kini telah memasuki bulan ketujuh, jangankan untuk beli baju lebaran, untuk mendapatkan makanan saja mereka begitu kesulitan. Mereka terus mengalami krisis kelaparan dan kehausan di tengah puing-puing bangunan yang sudah tidak layak huni. Yang paling mereka butuhkan adalah rasa aman, sesuap makanan dan seteguk minuman untuk sekadar menyambung hidup. Anak-anak kecil yang biasanya begitu gembira dan antusias menyambut Hari Raya Idul Fitri tidak akan lagi bisa merasakan suasana momentum bahagia tersebut.

Bisa bertahan untuk hidup menjadi satu-satunya harapan bagi penduduk Gaza dalam Idul Fitri kali ini. Bahkan salah seorang penduduk Gaza yang diwawancarai dalam suatu berita online mengatakan bahwa: Kami sudah tidak tahu lagi bagaimana cara mengucapkan “Selamat Hari Raya Idul Fitri” untuk menyapa saudara-saudara kami. Kami telah mati rasa dan pikiran akibat perang.

News Feed