English English Indonesian Indonesian
oleh

Transportasi Publik yang Pemda Tak Lirik

Pemberhentian subsidi Teman Bus di Koridor 3 dan Koridor 4 oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menimbulkan dampak serius bagi layanan transportasi publik di Sulawesi Selatan. Sebanyak 34 unit bus kini dikembalikan ke pusat, memaksa sekitar 70 pramudi atau sopir merasakan konsekuensinya.

Pemprov Sulsel mengonfirmasi bahwa subsidi dihentikan karena dinilai tidak menguntungkan secara bisnis, mencatat bahwa dengan subsidi sebesar Rp80 miliar per tahun, hanya menghasilkan pendapatan Rp3,6 miliar. Penghentian ini berimbas pada efisiensi anggaran pemerintah pusat pada tahun 2024, yang menyebabkan Pemprov Sulsel tidak memiliki dana untuk menyalurkan subsidi pada Teman Bus tahun ini.
Meski APBD Pemprov Sulsel 2024 telah disahkan, surat dari Dirjen akan dijawab dengan penjelasan bahwa Pemprov tidak mampu memberikan subsidi, namun mereka berharap dapat melanjutkan subsidi hingga tahun 2025.

Situasi ini memicu keprihatinan dari penumpang setia Teman Bus di Koridor 3 dan Koridor 4, yang selama ini merasa terbantu mengurangi biaya transportasi. Mereka berharap pemerintah dapat mempertimbangkan kembali kebijakan penghentian ini, menyadari pentingnya peran transportasi publik dalam memudahkan mobilitas masyarakat.

Meskipun keterbatasan anggaran saat ini, Pemprov Sulsel berkomitmen untuk menelaah kembali koridor yang masih beroperasi dan berencana mengakomodasi subsidi angkutan massal dalam RPJMD 2025-2029. Tentu, kita semua berharap agar pemerintah dapat menemukan solusi terbaik demi kelangsungan layanan transportasi publik yang memadai layak. (*/zuk)

News Feed