English English Indonesian Indonesian
oleh

Digitalisasi Perekonomian Sulsel

Oleh: Marsuki
(Guru Besar FEB Unhas dan Komisaris Independen BSSB)

FAJAR, MAKASSAR — Menarik pembahasan pada sebuah acara dialog akhir tahun beberapa waktu lalu. Mengangkat tema Growth Digital Economic Beyond 2023.

Acara tersebut dihadiri Pj Gubernur Propinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) beserta beberapa pihak kompoten dan pemerhati digitalisasi nasional dan daerah.

Pada pengantar diskusi diterangkan bahwa tema tersebut penting diulas guna menyikapi terbitnya Buku Putih Strategi Nasional Pengembangan Ekonomi Digital 2030 dalam rangka menyongsong 100 tahun bangsa Indonesia merdeka.

Buku tersebut dianggap sebagai langkah untuk mengakselerasi pembangunan nasional dan daerah secara bertahap guna menghadapi berbagai perubahan, baik yang terduga maupun tidak yang bisa berasal dari nasional dan global.

Saat ini di sebagian negara di belahan dunia masih ada yang dilanda ketidakpastian, akibat  distabilitas geopolitik, ekonomi dan keuangan global, akibat perang fisik dan perang ekonomi sehingga terjadi persoalan hubungan antara beberapa negara dengan negara lain.

Akibatnya, terjadi fragmentasi geopolitik, kemudian mulai terjadi fragmentasi geoekonomi global yang semakin nyata. Diantara akibatnya, terjadi kelangkaan komoditas strategis masyarakat dunia, utamanya pangan dan energy, krisis mata uang, dan krisis supply chain.

BI secara garis besar mendeskripsi ada beberapa persoalan akan dihadapi dunia kedepannya, termasuk Indonesia. Diantaranya terjadi “Slower and divergence growth”, diperkirakan pertumbuhan global menurun ke 2,8% pada 2024. Terjadi “Gradual Dis-inflation”, penurunan inflasi global yang melambat.

News Feed