English English Indonesian Indonesian
oleh

Debat Capres

SuarA: Nurul Ilmi Idrus

Debat capres-cawapres akan berlangsung sebanyak lima kali, tiga kali debat capres dan dua kali debat cawapres. Debat capres pertama (12 Desember 2023) dengan tema pemerintahan, hukum, ham, pemberantasan korupsi, penguatan demokrasi, peningkatan layanan publik dan kerukunan warga, terdiri atas 6 segmen. Pertama, pemaparan visi-misi; kedua dan ketiga pendalaman visi-misi; keempat dan kelima tanya jawab termasuk antar capres; dan keenam, penyampaian pernyataan penutup. Kesan pertama debat capres ini seperti debat antara Prabowo yang begitu emosional dan Anis/Ganjar yang begitu tenang.  

Prabowo nampaknya sangat percaya diri. Ini bisa jadi karena elektabilitas pasangan Prabowo-Gibran yang berada pada peringkat pertama di hampir semua survei, meninggalkan Anis-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud M.D. yang saling kejar-kejaran. Prabowo sedang menikmati zona nyamnnya. Namun, elektabilitas ini bisa menurun jika performa Prabowo-Gibran tidak bagus dan/atau  jika pasangan ini melakukan kesalahan fatal (blunder). Ganjar lebih dilematis untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang menyerang dalam debat mengingat posisinys sebagai kader PDIP yang berkoalisi dengan pemerintah (terlepas dari keretakan yang terjadi antara Jokowi dan Megawati), sehingga meninggalkan kesan performa Ganjar yang play safe.

Sementara Anis lebih tidak terbebani, sehingga serangan Anis terhadap Prabowo lebih “ringan” untuk diekspresikan. Serangan-serangan yang dilakukan Anis terhadap Prabowo memang konsisten dan tajam sejak awal. Sebagai contoh, pertanyaan-pertanyaan Anis ke Prabowo yang terkait dengan putusan MKMK dan ketidakbertahanan Prabowo sebagai oposisi pemerintah.  Meskipun Ganjar cenderung play safe, ia sempat mengeluarkan pertanyaan yang menohok dalam kaitan dengan pelanggaran HAM dan meminta Prabowo menunjukkan kuburan para korban. Namun, pertanyaan-pertanyaan Prabowo ke Anis dan Ganjar cenderung “ramah” dan tidak strategis untuk dipertanyakan kepada lawan, sehingga kesannya menjadi kurang “greget”.

Prabowo tidak menggunakan kesempatan ini untuk bertanya dengan “nakal”. Misalnya, ketika Anis mempertanyakan tentang pelanggaran etika dalam kaitan dengan keputusan MKMK. Jawaban grogi Prabowo tidak diikuti penyerangan terhadap Anis. Padahal pertanyaan tentang etika bisa ditangkis juga dengan pertanyaan etika terhadap Anis, seperti apakah beretika jika Anis telah berkoalisi dengan Partai Demokrat untuk Pemilu 2024, tiba-tiba Anis “pindah ke lain hati” dengan menjadikan Muhaimin sebagai cawapresnya?

Efek debat memengaruhi mereka yang menonton debat, swing voters, dan undecided voters. Semassif apapun upaya untuk menggaet pemilih, persentase ketiganya berkisar antara 35% hingga 56%, sehingga Prabowo-Gibran harus berhati-hati. Pemilu ini akan berlangsung di tanggal 14 Februari 2023, bukan disurvei. Dalam waktu yang tersisa sebelum Pilpres, debat merupakan event paling efektif untuk memengaruhi pemilih. Jika Prabowo-Gibran terlena di zona nyaman dengan posisi elektabilitas tertinggi, maka ini akan berbahaya bagi pasangan ini. Publik tak sabar menunggu debat cawapres karena ini dianggap lebih seru dibandingkan dengan debat capres. Let’s see!

Fajar, 19 Desember 2023

News Feed