English English Indonesian Indonesian
oleh

Bangun Strategi Komunitas Plus Loyalitas Pembeli, INPP Hadirkan Kondominium High-End Pertama di KTI

Pengamat Properti sekaligus Ekonom Makassar, Dr Sutardjo Tui, SE, MSi, memaparkan secara umum sektor perumahan termasuk apartemen prospektif berkembang di Makassar  bahkan sangat menjanjikan.

“Sektor properti saat ini telah menjadi kebutuhan primer, sepanjang daya beli masyarakat tidak turun atau stabil,  tetap terjaga. Daya beli masyarakat itu juga  ketergantungannya pada pertumbuhan ekonomi, apalagi ada prediksi tahun 2023 akan terjadi resesi, namun memperhatikan pertumbuhan ekonomi Sulsel saat ini tetap tumbuh 5 persen suatu pertanda bahwa masih terlalu jauh resesi dari Sulsel,” jelasnya ketika dihubungi penulis.

Dia menilai, sebagai data empirik dari Bank Indonesia, baik dana pihak ketiga maupun pinjaman kedua-duanya mengalami pertumbuhan di atas inflasi sejak pasca pandemi, termasuk juga kenaikan UMR.  “Dengan  demikian daya masyarakat meningkat sehingga minat berinvestasi di properti seperti apartemen masih tinggi, apabila dibandingkan berinvestasi ke simpanan bank, karena bunga simpanan di bank lebih kecil dibandingkan dengan tingkat inflasi,” paparnya.

Ir King Abdul Rahman Salim, ST, IPM arsitektur dari Universitas Hasanuddin menjelaskan kehadiran apartemen dibutuhkan bagi kota besar yang memang lahannya tidak bisa lagi diekspansi atau diperlebar. “Kebutuhan ruangan menyempit dan padat. Pola pembangunan yang jadi harus vertikal ke atas. Makanya mencanangkan high rise building,” katanya.

Namum, untuk membangun high rise building atau bangunan tinggi, perlu memiliki regulasi lebih dahulu seperti peraturan daerah (perda) tentang standar pembangunan gedung hingga masalah keamanan dan perlindungan gedung.  

News Feed