English English Indonesian Indonesian
oleh

Perempuan Cakap Digital Dapat Tingkatkan Ekonomi Perempuan

FAJAR, MAKASSAR-Ruang Kolaborasi Perempuan bekerja sama dengan Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian Komunikasi dan Informatika Makassar, Institut Teknologi & Bisnis Kalla dan Gojek Makassar menggelar Pelatihan Literasi Digital untuk Peningkatan Ekonomi  bagi Kelompok Perempuan.

Pelatihan yang didukung oleh New ZealandEmbassy ini digelar di Bikin-Bikin CreativeHub, Mall Nipah Makassar, Kamis, 20 Oktober.

Acara ini menghadirkan sejumlah pembicara diantaranya adalah Dr RM Agung Harimurti, Kepala Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian Komunikasi dan Informatika Makassar; Andi Tenri Pada, Ketua LPPM Kalla Institute; dan Aditya Anwar, OperationSpecialist dari GOJEK Makassar.

Topik pembahasan mencakup potensi dan tantangan di ruang digital, peluang cuan dengan bisnis online, serta penggunaan digital platform untuk wirausaha.

Ketua Divisi Pemberdayaan dari Ruang Kolaborasi Perempuan, Husnul Hidayah membuka kegiatan dengan menggambarkan berbagai tantangan yang dihadapi oleh para peserta perempuan utamanya kelompok prasejahtera. 

Menurutnya, akses dan waktu yang terbatas merupakan tantangan terbesar perempuan untuk memanfaatkan digital.Utamanya untuk perempuan yang sudah menikah dan memiliki anak.

Kepala Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian Komunikasi dan Informatika Makassar memberikan tanggapan dengan memaparkan solusi yang bisa dilakukan untuk menangani tantangan tersebut.

“Ada banyak program dan pelatihan dari Kemeninfo yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk meningkatkan keterampilan  digitalnya. Akses digital memberikan banyak peluang dan  potensi dalam pengembangan ekonomi. Kita harus memanfaatkan peluang ini sebaik-baiknya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, beliau juga memberikan motivasi kepada pesertamelalui gambaran dan contoh-contoh usaha kecil perempuan yang dapat berkembang pesat karena pemanfaatan berbagai digital platfom.

Senada dengan hal tersebut, Andi Tenri Pada, Ketua LPPM Kalla Institute juga memaparkan materi tentang peluang bisnis dan  profesional di ruang digital.

Menurutnya, ruang digital tidak hanya untuk hiburan saja. Bisa untuk berbisnis, belajar keterampilan, menjalin kolaborasi yang bisa menghasilkan uang.

“Dulu tiktok mungkin dianggap sebagai media hiburan saja, tapi sekarang sudah jadi tempat berbisnis, mempromosikan usaha, berbagi resep dan teknik jualan, semua bisa dimanfaatkan oleh kelompok perempuan, kapan saja dan dimana saja tanpa harus meninggalkan rumah” tambahnya.

Melengkapi pembahasan tentang digital platform untuk bisnis, Aditya Anwar dari GOJEK Makassar memberikan pemaparan tentang persentasi jumlah perempuan yang telah memanfaatkan aplikasi Gojek dalam berbisnis.

Ada 42% resto di Gofood yang dimiliki oleh perempuan. Saat pandemi kemarin, Gojek banyak membantu UMKM untuk membangkitkan usahanya dan bertahan di masa sulit. ” Saat semua orang takut keluar rumah, banyak yang memilih memesan makanan online dan juga memanfaatkan digital untuk memulai usaha,” ungkapnya.

Menurutnya, peluang dan potensi digital ini harus benar-benar dimanfaatkan agar dapat membantu  perempuan untuk mengembangkan usahanya. (*/ham)

News Feed