English English Indonesian Indonesian
oleh

Ekonomi Sulsel Bergantung pada Pertanian

Oleh: Ahmad Helmy
Statistisi di BPS Sulsel

Perekonomian Sulawesi Selatan (Sulsel) bisa dikatakan masih cukup bergantung pada sektor pertanian. Hal ini ditunjukkan oleh kontribusi sektor pertanian terhadap struktur perekonomian (PDRB) di Sulsel yang didominasi oleh pertanian.

Sektor pertanian yang terdiri atas pertanian, kehutanan, dan perikanan memberi kontribusi sebesar 24,52 persen sampai pada triwulan ketiga tahun 2021 lalu.

Sebagaimana data yang dirilis BPS, Sulsel dalam dua triwulan terakhir mengalami pertumbuhan. Pertumbuhan pada triwulan kedua sebesar 7,68 persen dan 3,24 persen pada triwulan ketiga 2021. Kontribusi pertumbuhan tertinggi pada triwulan terakhir yang dirilis terjadi pada sektor pertanian yang menyumbang sebesar 1,66 persen secara tahun ke tahun.

Fenomena Pertanian
Ada kecenderungan kontribusi pertanian terhadap perekonomian mengalami peningkatan sejak pandemi Covid-19. Tercatat kontribusi pertanian pada struktur ekonomi Sulsel pada triwulan pertama 2020 sebesar 21,61 persen, kemudian pada triwulan ketiga tahun 2021 meningkat menjadi 24,52 persen.

Produksi padi yang merupakan potensi pertanian utama di Sulsel diperkirakan mengalami peningkatan produksi. Januari-September 2020 3,796 juta ton gabah kering giling (GKG) menjadi 4,152 juta ton GKG pada Januari-September 2021.

Jumlah penduduk yang bekerja pada Agustus 2021 di Sulsel mencapai 4,16 juta orang. Lebih dari sepertiganya atau tepatnya 37,43 persen pekerjaan utamanya di sektor pertanian.

Sayangnya, disinyalir penduduk yang bekerja di pertanian belum mendapatkan pendapatan optimal dari hasil pertaniannya. Hal ini bisa dilihat dari nilai tukar petani (NTP).

News Feed