English English Indonesian Indonesian
oleh

Kolaborasi Stakeholder Bentuk Ekosistem Pembiayaan Perumahan

FAJAR, MAKASSAR — Untuk menekan angka backlog hunian yang masih tergolong tinggi, Perumnas membentuk ekosistem pembiayaan perumahan untuk memudahkan masyarakat memperoleh tempat tinggal

Direktur Utama Perum Perumnas, Budi Saddewa Soediro menuturkan tingginya
angka backlog hunian menjadi hal yang perlu penanganan serius. Perlu kolaborasi dan sinergi dari setiap stakeholder untuk proaktif menghasilkan solusi dari permasalahan tersebut.

Berdasarkan data Kementerian PUPR, masih dibutuhkan 11 juta hunian untuk mewujudkan Indonesia zero backlog.

“Sebagai langkah nyata dalam mengatasi backlog hunian di Indonesia, kita gandeng para stakeholder terkait seperti Kementerian Keuangan dan Kementerian PUPR, BP Tapera, Bank BTN serta PT SMF membentuk ekosistem pembiayaan perumahan,” jelasnya.

Menurutnya, terciptanya kolaborasi tersebut memiliki beberapa tujuan, di antaranya membentuk komitmen bersama untuk bersinergi dalam suatu forum antar institusi guna pengembangan perumahan sesuai dengan tupoksinya masing-masing.

Kemudian melalui ekosistem ini dapat disusun rekomendasi kebijakan penguatan pasar pembiayaan perumahaan.

Pihaknya pun secara bersama menandatangani Rencana Kerja Tahunan Ekosistem Pembiayaan Perumahan Tahun 2024 yang mengusung empat program utama.

Programnya yaitu Optimalisasi FLPP dan pembentukan dana perumahan, pengembangan pembiayaan rumah hijau / program IGAHP, pengembangan pembiayaan perumahan untuk sektor informal, serta kajian perilaku konsumen sektor perumahan untu penguatan kebijakan publik.

News Feed