English English Indonesian Indonesian
oleh

REFLEKSI SUMPAH PEMUDA 

Oleh Muh.Khalifah P.H,W

(Ketua Bidang Hikmah Politik dan Kebijakan Publik DPD IMM SULSEL)

 “Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia.”

Begitu ungkapan Ir.Soekarno berbicara tentang pemuda tentu menjadi suatu hal yang tidak pernah selesai untuk di perbincangkan dari generasi ke generasi. Dalam proses perjalanan suatu peradaban tentu tidak bisa lepas dari peran pemuda.

Sebut saja Muhammad Al Fatih (21 tahun) pembebas Konstatinopel, kemudian langkah tentara Mongol untuk menguasai dunia dihentikan oleh seorang panglima muda dari Mesir bernama Saifuddin Qutz dalam Perang ‘Ain Jalut, , ibukota Romawi Timur, adapulah revolusi Perancis, tragedy Tianamen (1989) di Cina digerakan oleh -pemuda. 

Di Indonesia perkembangan pemikiran pemuda  mulai terekam jejaknya sejak tahun 1908 dan berlangsung hingga sekarang. dimulai dari periode Kebangkitan Nasional 1908, Sumpah Pemuda 1928, Proklamasi 1945, Aksi Tritura 1966, periode 1967-1998 (Orde Baru).

Itulah rententan peristiwa yang menunjukan bagaimana para pemuda menjadi ujung tombak dalam membangun peradaban dan pemuda mampu menjadi inisiator dalam segala aspek gerakan.

Peran dan Karakter Pemuda Pemuda identik sebagai sosok individu yang berusia produktif dan mempunyai karakter khas yang spesifik yaitu revolusioner, optimis, berpikiran maju, memiliki moralitas, kemurnian idealismenya, keberanian dan keterbukaan menerima hal-hal baru, semangat pengabdiannya, spontanitas, inovatif, kreatif, keinginan untuk segera mewujudkan hal-hal yang baru, keteguhan janjinya dan keinginan untuk menampilkan sikap yang mandiri,  dan masih langka dalam pengalaman.

News Feed