English English Indonesian Indonesian
oleh

STIFA Inisiasi Integrasi Kurikulum S1 dan Apoteker

FAJAR, MAKASSAR — Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi (STIFA), Yayasan Al Marisah Madani menginisiasi terwujudnya integrasi antara kurikulum S1 Farmasi dan Apoteker. STIFA bertindak sebagai tuan rumah di Forum Wilayah (Forwil) V APTFI, dan terlaksana di Kampus STIFA Makassar, Senin, 31 Juli 2023 lalu.

Ketua Yayasan Al Marisah Madani, Drs. apt. H. Sahibuddin A. Gani mengatakan, pihaknya mendorong penuh komitmen mewujudkan pendidikan yang berkualitas. Bagi pendidikan Farmasi yang harus lanjut ke pendidikan profesi, yang kelulusannya ditentukan oleh organisasi (APTFI) perlu dibekali secara khusus.

Sebelumnya, STIFA juga pernah menjadi tuan rumah penyusunan kurikulum D3 Farmasi.

“Sehingga teman-teman dari kampus lain menganggap bahwa STIFA mampu mewujudkannya. Yang telah dibicarakan ini sudah kita laksanakan sebagian besar, tinggal bagaimana kita menyamakan supaya lebih padu lagi,” ujarnya.

Ketua STIFA Makassar, Nursamsiar menerangkan, agenda workshop di Forwil V APTFI ini mengundang pemateri dari APTFI pusat. Pembahasan mengenai kurikulum dipilih oleh STIFA karena dianggap menjadi bagian paling penting dari sebuah institusi pendidikan.

Ketua Dewan Pakar Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI), Prof Ajeng Diantini mengutarakan, tidak semua perguruan tinggi farmasi punya PSPA. Sehingga, alumni dari lulusan S1 Farmasi banyak yang melanjutkan profesi apoteker di perguruan tinggi berbeda.

“Kurikulum apoteker itu lanjutan yang dasarnya didapatkan di S1. Metodenya beda, kalau profesi apoteker lebih kepada memberikan pengalaman pada mahasiswanya di praktek kerja kefarmasian berdasarkan ilmu yang diperoleh selama S1. Jadi terintegrasi, tidak mungkin terpisahkan,” ketus Prof Ajeng. (uca/iad)

News Feed