English English Indonesian Indonesian
oleh

Gencatan Senjata di Sudan Gagal, 30 Warga Sulsel Tunggu Evakuasi

Muhammad Fakhrurrazi meminta warga Indonesia agar ikut berdoa agar tidak ada WNI yang menjadi korban. Rencananya hari ini pihaknya akan melakukan konferensi pres terkait kondisi WNI di Sudan utamanya para mahasiswa yang ada di Sudan. Jumlah WNI asal Sulsel di Sudan ada sekitar 30 orang.

“Sehingga harus juga dipikirkan bagaimana setelah mereka sampai di Jakarta? Bagaimana mereka dikembalikan keluarganya hingga bagaimana nasib mereka jika perang berlangsung lama?,” ungkapnya.

Seorang koresponden Anadolu di lapangan mengatakan, pertempuran telah meluas ke Bahri dan Omdurman, kota-kota yang bersebelahan dengan ibu kota Khartoum. Di mana konflik saat itu terjadi pada 15 April. CCSD menekankan bahwa pertempuran juga terjadi di sekitar markas besar tentara dan istana kepresidenan. Kedua pihak saling menuduh melanggar gencatan senjata.

Tentara mengklaim jika RSF terus mendesak ke Khartoum, sementara paramiliter mengatakan SAF telah menyerang pasukannya di beberapa lokasi. Sementara itu, proses evakuasi diplomat asing dimulai saat kedua pihak yang berperang menunjukkan kesediaan membuka bandara-bandara.

SAF mengatakan dalam pernyataan melalui Facebook bahwa panglima militer Jenderal Abdel Fattah Burhan telah menerima permintaan dari sejumlah negara untuk mengizinkan evakuasi warga negara mereka. ”Kami menunggu proses dimulai dalam beberapa jam ke depan saat Amerika Serikat, Inggris, Prancis, dan Tiongkok, menyediakan pesawat militer untuk evakuasi di Khartoum,” kata pernyataan itu. (edo/dir)

News Feed