English English Indonesian Indonesian
oleh

Restorasi Terumbu Karang Ciptakan Surga Bawah Laut

Perlindungan
Manfaat lebih jauh, bahwa restorasi pada skala tersebut juga memberikan perlindungan pantai yang akan mengurangi dampak energi gelombang dan erosi di pulau-pulau tersebut.

Program restorasi itu melibatkan sedikitnya 40 warga lokal. Kerrita menjelaskan, perusahaan juga memberikan pelatihan dan pendidikan untuk menambah ekonomi keluarga seperti kelas snorkelling, wisata perahu berlantai kaca, produksi sayuran menggunakan hidroponik, dan mendaur ulang sampah plastik menjadi bahan bangunan yang dapat digunakan kembali, yang disebut ecobrick.

Kepala Desa Mattiro Bone, Kecamatan Liukang Tupabiring, Rusdi membenarkan penjelasan Kerrita. Menurutnya, saat restorasi berjalan, nelayan dilibatkan langsung untuk mengikat struktur transplantasi karang. Upahnya sekitar Rp 20 ribu per struktur. “Program ini tak hanya menambah penghasilan nelayan, tapi mereka mendapatkan pengetahuan baru bagaimana memulihkan terumbu karang,” kata Rusdi.

Kini, warga desa harus menjalankan tugas selanjutnya yaitu menjaga keberlanjutan terumbu karang. Menurut Rusdi, untuk menjaga kawasan yang dipulihkan mereka membagi area menjadi dua. Pertama, Daerah Perlindungan Laut (DPL) seluas 2,85 ha atau sekitar 15 menit apabila dikelilingi memakai perahu. Daerah ini tidak boleh dimasuki oleh nelayan agar terumbu karang yang ada di wilayah ini tetap terjaga. Ia khawatir apabila diberikan keleluasaan untuk nelayan masuk mencari ikan di wilayah DPL, maka dapat mengancam potensi perkembangan ikan dalam terumbu karang yang dijaga.

News Feed