English English Indonesian Indonesian
oleh

Setahun Gempa Berlalu, Korban Masih Mengungsi: Pemprov-Pemkab Tahunya Saling Salahkan

“CSR (BPD Sulselbar) itu rencana mau bangun 50 unit. 10 unit sudah jalan, sisa 40 unit tahun ini. Kami Perkimtan juga akan bangun 35 sampai 50 unit,” ungkapnya.

Meski begitu, ia belum memastikan kapan proses pembangunan itu rampung. Ia juga mengakui kalau jumlah rencana pembangunan rumah itu belum cukup, sebab data awal mereka ada 107 KK yang akan dibangunkan rumah.

Oleh karena itu, ia berharap Pemkab Majene juga mencari solusi terhadap penyintas gempa Aholeang dan Rui tersebut. “Ya kemungkinan tidak cukup, karena bukan hanya rumah mau dibangun. Sudah pasti butuh jalan dan sekolah juga,” ujarnya.

Dewi (29) salah satu penyintas gempa Sulbar yang tinggal di pengungsian mengaku cukup sengsara tinggal di tenda selama setahun di tenda. Apalagi dirinya memiliki dua anak balita. Jika hujan atau Anging kencang, hampir pasti mereka terganggu di dalam tenda yang sudah mulai lapuk tersebut.

“Ini sudah tiga kali ganti tenda kalau tidak salah,” ucapnya beberapa waktu lalu.

Pengungsi Bisa Bertambah

Kepala Dusun Aholeang, Lukman tak menampik bahwa jumlah KK pengungsi
berubah seiring berjalannya waktu. Sebab, sudah ada beberapa warganya yang menikah ataupun pindah KK. “Sudah ada yang menikah, jadi pasti berubah KK,” ujarnya.

Oleh karena itu, data terakhir yang mereka pegang saat ini sudah ada 117 KK. Sementara itu menurut Kadis Perkimtan, Rachmad data awal yang mereka pakai untuk merelokasi serta membangun rumah pengungsi hanya 107 KK.

Untuk diketahui Pemprov Sulbar dan Pemkab Majene membebaskan lahan 1.8 hektare di wilayah Alle-alle dan Samalio Utara di Desa Mekkatta, Majene. (wir/rdi)

News Feed