English English Indonesian Indonesian
oleh

Bersatulah Menumbangkan Kezaliman, Jangan Sebaliknya

Oleh Aswar Hasan

Pepatah kuno mengajarkan: “Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh”. Pesannya, jika ingin kuat dan menang, maka bersatulah. Bersatu memang penting, terlebih dalam konteks politik dan sosial, baik untuk mempertahankan kestabilan maupun untuk memperjuangkan kebenaran. Dalam konteks pertahanan terhadap kejahatan politik, persatuan memungkinkan masyarakat untuk bersama-sama melawan penyalahgunaan kekuasaan, dan pelanggaran hak asasi manusia.

Ketika individu-individu bersatu dalam kebenaran dengan keberanian dan ketegasan, mereka dapat menegakkan prinsip-prinsip moral dan hukum yang menjadi dasar keadilan dan kebenaran itu sendiri. Namun, persatuan tidak selalu mudah dicapai, terutama di tengah perbedaan ideologi, kepentingan, dan identitas.

Proses membangun persatuan seringkali memerlukan dialog, kesadaran akan kepentingan bersama, serta pengorbanan dari berbagai pihak. Hal ini mengingatkan pada konsep filosofis bahwa kebenaran dan keadilan bukanlah hal yang dapat dicapai secara individu, melainkan merupakan upaya bersama dari masyarakat yang bersatu. Dalam konteks memperjuangkan kebenaran, persatuan menjadi hal yang sangat urgen. Sementara itu, kebenaran seringkali tersembunyi di balik lapisan-lapisan kebohongan dan manipulasi politik. Hanya melalui persatuan yang kuat, masyarakat dapat mengungkap fakta dan memperjuangkan prinsip-prinsip moral yang benar.

Dalam filosofi kehidupan, persatuan juga mencerminkan kesadaran akan keterkaitan antara semua makhluk hidup. Ketika kita bersatu dalam semangat keadilan dan kebenaran, kita mengakui bahwa kebahagiaan dan keselamatan kita saling terkait dengan kebahagiaan dan keselamatan orang lain. Namun, persatuan bukanlah tujuan akhir dalam dirinya sendiri.

Penting juga untuk memastikan bahwa persatuan dibangun atas dasar prinsip-prinsip yang benar dan moral. Persatuan yang dibangun di atas kezaliman atau penindasan tidak akan bertahan lama dan tidak akan membawa kebaikan bagi masyarakat. Meskipun, persatuan atas dasar kezaliman kerapkali menang mengalahkan kebenaran, karena kezaliman atau kebatilan yang terorganisir bisa mengalahkan kebenaran yang tidak terorganisir (bersatu). Oleh karena itu, dalam membangun persatuan, penting untuk selalu mengutamakan kebenaran, keadilan, dan nilai-nilai moral sebagai fondasi yang kokoh.

Secara keseluruhan, persatuan memainkan peran kunci dalam melawan kejahatan politik dan memperjuangkan kebenaran dalam bernegara. Namun, persatuan harus dibangun atas dasar prinsip-prinsip yang benar dan moral agar dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Dalam filosofi kehidupan, persatuan mencerminkan kesadaran akan keterkaitan kita sebagai manusia dan tanggung jawab kita untuk saling mendukung dan melindungi satu sama lain. “Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui”. (Al-Baqarah; 42).

Dalam Kitab Anwarut Tanzil wa Asrarut Ta’wil ditafsirkan kata “talbisu” atau mencampur adalah tindakan membuat sesuatu menjadi mirip dengan yang lain. Dengan demikian, makna Surat Al-Baqarah ayat 42 adalah, “Jangan kalian mencampur kebenaran yang diturunkan kepada kalian dengan kebatilan yang kalian rekayasa dan menyembunyikan kebenaran tersebut sehingga keduanya tidak dapat dibedakan.

Oleh karena itu, untuk memastikan tidak bercampur baurnya kebatilan dan kebenaran, dibutuhkan kejernihan hati, kecerdasan pikiran dan keberanian bersikap agar istiqamah dalam perjuangan kebenaran dan keadilan demi kemaslahatan bersama. Kebenaran itu dari Tuhanmu, karena itu janganlah engkau (Muhammad) termasuk orang-orang yang ragu.” (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 60). Wallahua’lam bishawwabe.

News Feed