English English Indonesian Indonesian
oleh

Pemuda HIKMA Sulsel Batal Dilantik, Suleman Badao: Pegang Prinsip Tobana

FAJAR, MAKASSAR-Sebanyak 94 orang pengurus DPW Pemuda Himpunan Keluarga Massenrempulu (HIKMA) Sulsel batal dilantik. Sedianya pelantikan bertema “Di HIKMA Kita Keluarga, Di Pemuda Kita Saudara” ini digelar di Hotel Wthree, Jl. Lagaligo Makassar, Sabtu malam (11/11/2023), namun DPP Pemuda HIKMA yang harusnya datang melantik tak kunjung datang.

Pemuda Hikma merupakan organisasi sayap dari paguyuban HIKMA. Ketua Pemuda HIKMA yang rencananya akan dilantik adalah Suleman Badao. Dia juga yang pertama menginisiasi terbentuknya organisasi sayap ini.

Suleman mengatakan, Pemuda HIKMA telah berdiri sejak satu tahun terakhir. Namun pelantikan baru akan digelar bulan ini, itupun setelah ada desakan dari DPP Hikma.

“Kita sudah berdiri satu tahun terakhir ini. Namun pada 19 Oktober lalu DPP HIKMA sendiri yang meminta kami menyempurnakan kepengurusan ini dengan menggelar pelantikan, makanya kita gelar,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, pihaknya telah menjalin komunikasi yang baik dengan DPP HIKMA, DPP Pemuda HIKMA, dan DPW HIKMA Sulsel dalam mempersiapkan pelantikan.

“Kita sudah persiapkan dengan baik, kami juga telah mengirim nama-nama yang akan dilantik, ada juga bukti percakapan WA untuk semua proses komunikasi yang berjalan baik,” ungkapnya.

Namun, pada waktu pelantikan, tak ada dari DPP Pemuda HIKMA yang datang melantik. Bahkan, menurut Suleman, Ketua DPW HIKMA Sulsel, Ansar Mangopo yang sediakala dijadwalkan hadir juga tak kunjung datang.

“Kalau dibilang kecewa, iya kami sangat kecewa, teman-teman sudah sangat luar biasa mempersiapkan ini semua, tapi apa boleh buat, senior-senior punya pertimbangan lain,” ujar Suleman.

Dia menjelaskan, DPW Pemuda HIKMA Sulsel telah lebih dahulu terbentuk sebelum DPP Pemuda HIKMA dan DPW Pemuda HIKMA Sulbar. “Waktu pelantikan DPP Pemuda HIKMA di Jakarta saya hadir, saya sudah pakai baju Pemuda HIKMA waktu itu. Sayalah yang lebih dahulu menginisiasi terbentuknya organisasi ini,” ungkapnya.

Meski kecewa, Suleman tetap menjunjung prinsip Tobana. Tobana merupakan akronim dari Tolong-menolong, Bantu-membantu dan Nasihat-menasihati.

Nilai luhur itu, kata dia, mesti selalu dijaga dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. “Kami para pemuda menjunjung prinsip tobana. Kami tunjukkan kepada para senior dan orang tua kita prinsip itu, dengan tetap bijak menghadapi situasi ini,” ujarnya.

Suleman memberi apresiasi kepada empat legislator yang hadir dalam acara tersebut, antara lain Anggota Komisi X DPR-RI Mitra Fachruddin, Anggota DPRD Sulsel Rahman Pina, Ketua DPRD Enrekang Idris Sadik, dan Anggota DPRD Makassar Yeni Rahman.

“Ratusan orang telah hadir, mereka datang dari berbagai penjuru Sulsel. Ada perwakilan Pemda Enrekang, perwakilan pengurus kabupaten, serta jajaran pengurus HPMM. Juga paling luar biasa empat legislator kita,” ujarnya.

Meski tak ada proses pelantikan, DPW Pemuda HIKMA Sulsel akan tetap berjalan dan Suleman akan terus berkoordinasi dengan organisasi yang ada di atasnya. “Kami pemuda tetap menghormati para senior dan orang tua kami. Organisasi ini tetap akan jalan,” tutupnya.

Batalnya pelantikan ini juga sangat disayangkan para anggota dewan yang hadir. Ketua DPRD Enrekang Idris Sadik mengajak semuanya membuka komunikasi lebih intens. “Ingat ini bukan batal yah, tapi tertunda,” ujar Idris Sadik.

Sementara Anggota Komisi X DPR RI Mitra Fachruddin menyemangati para pengurus Pemuda HIKMA Sulsel. “Tak masalah kalau nanti kami diundang datang lagi, kami senang kalau ada pertemuan seperti ini,” kata Mitra. (*/)

News Feed