English English Indonesian Indonesian
oleh

Polisi Selidiki Banyak Kejanggalan Kematian Mantan Dekan Unibos

FAJAR, MAKASSAR-Polisi menyelidiki penyebab kematian mantan dekan Fakultas Bisnis Universitas Bosowa, Arifuddin Mane. Ada banyak kejanggalan saat mayatnya ditemukan mengambang di laut sekitar Dermaga Penyeberangan Kayu Bangkoa.

Mayat Arifuddin Mane yang mengambang di laut pertama kali ditemukan oleh warga, pada Sabtu, 7 Oktober, sekitar pukul 14.10 Wita. Kondisi jasad sata itu cukup memprihatinkan karena ternyata terdapat sejumlah bekas luka di tubuhnya.

“Masih dalam proses penyelidikan, motif dan penyebab kematiannya,” ujar Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Wahiduddin dikonfirmasi, Minggu, 8 Oktober.

Lantaran masih dalam proses penyelidikan, Wahiduddin belum bisa memberikan keterangan lebih jauh. Termasuk menyimpulkan penyebab kematian almarhum.

“Nanti kita lihat (penyebab kematian), kalau sudah ada hasilnya,” pungkas dia.

Wahiduddin sebelumnya melaporkan, pihaknya menerima informasi dari warga bahwa ada mayat terapung di dekat Penyebrangan Kayu Bangkoa, Jl Pasar Ikan, Kecamatan Ujung Pandang, Makassar.

Pada saat dilakukan identifikasi oleh Tim Inafis Polrestabes Makassar, ternyata ditemukan adanya kejanggalan dimana di tubuh mayat tersebut terdapat luka lecet pada bagian tangan dan dahinya. Sehingga muncul dugaan akibat terkena benda tumpul.

Selain itu, ada kejanggalan lainnya yang muncul dari keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian. Mereka yaitu Kartono (31) dan Dedi (29) menyebut bahwa mayat ditemukan dalam kondisi terikat pelampung perahu.

“Kedua saksi melihat ada pelampung berwarna biru sementara terapung di dekat dermaga, kemudian mereka mendekati pelampung tersebut dengan menggunakan perahu, namun saat mau diangkat pelampung tersebut, kedua saksi melihat ada jasad manusia yang terikat di pelampung tersebut,” kata Wahiduddin dalam keterangan tertulisnya.

Demikian juga kejanggalan yang diungkapkan seorang juru parkir Sulkifli (41). Dia mengatakan, bahwa almarhum memarkirkan motornya sekitar pukul 07.30 Wita di Parkiran Benteng Pannyua, samping Cafe Ombak.

Almarhum kata dia, saat itu menggunakan Motor Aerox warna putih DD 2110 XY (Plat Putih). Setelah itu, langsung melakukan terapi berenang yang sudah ditekuni sekitar dua tahun lamanya.

“Sudah parkir, satya tidak melihat lagi almarhum sampai ada polisi yang datangi saya untuk mintai keterangan,” kata Sulkifli yang berdasarkan penjelasan polisi cukup mengenal Arifuddin Mane sebagai pengendara yang sering memarkirkan motornya di tempat dirinya mangkal.

Diketahui bahwa Arifuddin Mane adalah seorang dosen di Unibos atau Universitas Bosowa. Dia bahkan pernah menjabat sebagai dekan.

Pria kelahiran 7 Juli 1970 itu mengajar di Unibos, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prodi Manajemen. Dalam karirnya ia tercatat sebagai dekan Fakultas Bisnis Unibos periode 2018-2022.

Menurut informasi, almarhum memiliki keahlian dalam bidang praktek manajemen pemasaran, pengantar bisnis, serta pendidikan pancasila.

Putra daerah Bantaeng itu sempat menyelesaikan pendidikan S1nya di Universitas 45 Makassar jurusan Ekonomi pada 1991 hingga 1996. Lalu pada 2003 hingga 2006, Arifuddin kembali melanjutkan S2nya di Universitas Hasanuddin (Unhas) dengan jurusan yang sama.

Tidak berhenti di situ, Arifuddin kembali mengambil program S2 di Unhas dengan jurusan Akuntansi pada 2008 hingga 2011. Selesai S2, Arifuddin kembali mengambil program S3 di Unhas dengan jurusan Hukum Ekonomi pada 2010 hingga 2015.(maj)

News Feed