English English Indonesian Indonesian
oleh

Dosen UMI Pelatihan Pengolahan Keripik Teri untuk Cegah Stunting di Barru

FAJAR, MAKASSAR-Pemerintah telah menetapkan bahwa stunting menjadi isu prioritas nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Sejalan dengan hal tersebut, salah satu dosen FKM Universitas Muslim Indonesia yaitu Nurul Hikmah B, SKM., MPH selaku ketua tim pengabdi bekerjasama dengan Direktorat Riset, Teknologi dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DRTPM) Dikti menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui program kemitraan masyarakat sebagai salah satu hibah pengabdian yang diterima oleh tim dosen dari Universitas Muslim Indonesia.

Kegiatan ini mendukung salah satu tugas tridharma perguruan tinggi yang harus dilaksanakan oleh setiap dosen. Adapun tema pengabdian ini mengusung tema dengan judul “PKM Kelompok Teri Kupa dalam Upaya Mengatasi Gerakan Tutup Mulut (GTM) untuk mencegah Stunting pada Anak Melalui Pengolahan Ikan Teri di Desa Kupa, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru”.

Kegiatan ini berlangsung tanggal 19 Agustus 2023 diikuti kurang lebih 20 masyarakat ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok Teri Kupa. Kelompok Teri Kupa merupakan gabungan ibu rumah tangga dan juga para isteri nelayan yang berinisiatif untuk mengolah ikan teri selain dikeringkan untuk dijadikan ikan kering, kelompok ini juga berhasil mengolah ikan teri menjadi keripik teri.

Selain edukasi mengenai manfaat ikan teri untuk stunting, kegiatan pengabdian ini juga membantu masyarakat dalam proses pengolahan keripik teri menggunakan alat teknologi yaitu spinner.

Alat ini bertujuan untuk mempermudah dalam proses pengolahan keripik teri yang sebelumnya prosesnya masih bersifat konvensional. Melalui kegiatan ini, Dosen FKM UMI menyoroti pentingnya kegiatan ini dengan menghubungkan manfaat ikan teri dalam mencegah stunting pada anak.

Diawali dengan sambutan oleh ketua tim pengabdi dan dilanjutkan dengan penyampaian materi yang disampaikan oleh A.l Herawati yang aktif dalam program-program penanganan stunting di Kabupaten Barru, kegiatan ini mengajak masyarakat khususnya Kelompok Teri Kupa yang saat ini aktif dalam mengolah ikan teri menjadi keripik teri untuk memahami bagaimana keripik teri dapat dijadikan cemilan anak dalam mencegah GTM sehingga juga dapat menanggulangi stunting pada anak.

Selain itu, untuk peningkatan ekonomi masyarakat, kelompok Teri Kupa didampingi dalam proses pembuatan kemasan produk untuk dipasarkan baik di etalase-etalase maupun secara digitialisasi marketing.
Seluruh peserta kelompok Teri Kupa pun tampak antusias mengikuti rangkaian acara.

Ketua tim pengabdi yang akrab disapa Hikmah mengatakan bahwa masyarakat saat ini banyak menghadapi masalah dalam pemenuhan asupan gizi pada anak, terlebih saat anak mulai memilih-milih dalam makanannya. Akibatnya, dalam jangka waktu yang panjang dapat mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak akibat kurangnya asupan gizi..

“Kegiatan ini sangat penting diberikan kepada ibu-ibu, mengingat saat ini banyak anak-anak yang mengalami hambatan dalam pertumbuhan. Jadi dengan adanya olahan keripik ikan teri ini, saya rasa ini menjadi salah satu inovasi makanan yang bisa kita berikan ke anak-anak untuk mencegah stunting. Anak-anak kan biasanya suka yang keriuk-keriuk. Keripik teri ini cocok dijadikan cemilan anak-anak terutama saat mereka lagi malas makan,” ujar Hikmah.

Dalam kegiatan ini juga turut menghadirkan ketua kelompok Teri Kupa selaku mitra yang bekerjasama dengan tim pengabdi. Dalam sambutannya, pernyataan yang sama disampaikan bahwa keripik teri ini mulai digemari anak-anak karena rasanya yang renyah dan gurih.

Harapannya, kegiatan ini akan terus berlanjut agar dapat mencapai targer penurunan stunting secara signifikan khususnya di Desa Kupa sendiri dan juga bagi masyarakat mitra yaitu kelompok Teri Kupa dapat secara mandiri dan bisa memaksimalkan komoditas unggulan Desa Kupa yaitu Ikan Teri sehingga masyarakat juga mampu meningkatkan perekonomian didesanya. (*)

News Feed