English English Indonesian Indonesian
oleh

Jodoh Politik

SuarA: Nurul Ilmi Idrus

Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Indonesia untuk masa bakti 2024–2029 yang akan berlangsung 14 Februari 2024 mendatang semakin mendekat. Meski nama Ridwan Kamil (Gubernur Jawa Barat) sempat muncul ke permukaan, kini namanya tenggelam sebagai capres 2024. Sejauh ini, walaupun hasil dari berbagai lembaga survei menunjukkan tingkat elektabilitas yang berbeda-beda, namun tiga nama calon presiden yang mencuat ada tiga orang, yaitu: Prabowo Subianto, Anies Baswedan, dan Ganjar Pranowo. Gerindra, PAN, PBB, dan Perindo menjadi koalisi partai pendukung Prabowo, disebut Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya. Koalisi partai pengusung Anies adalah Nasdem, PKS, dan Demokrat, Bernama Koalisi Perubahan. Sementara Ganjar diusung oleh koalisi PDIP, PSI, Hanura, dan PPP. Namun, koalisi Ganjar sedikit stagnan karena ada kecenderungan PDIP yang ingin menjadi poros utama politik pada Pilpres 2024 dan ada Jokowi selaku pemimpin koalisi partai politik di pemerintahan.

Masing-masing calon presiden (capres) ini kini sedang “mencari jodoh politiknya” untuk mendampingi sebagai calon wakil presiden (cawapres). Hal ini semakin gencar dilakukan dan semakin “memanas” mengingat bahwa penetapan capres dan cawapres semakin dekat, yakni antara 19 Oktober dan 25 November 2023.

Sejauh ini nama-nama yang muncul sebagai cawapres Prabowo adalah Muhaimin Iskandar (Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa), Gibran Rakabuming Raka (Wali Kota Solo), dan Erick Thohir (Menteri Badan Usaha Milik Negara). Gibran belum memenuhi syarat usia, sementara sosok Muhaimin disebut sebagai calon terkuat sebagai pendamping Prabowo. Tiga nama yang mencuat sebagai cawapres Anies adalah Khofifah Indar Parawansa (Gubernur Jawa Timur), Yenny Wahid (Direktur Wahid Institute), dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY, Ketua Umum Partai Demokrat). Meski nama-nama ini cenderung stagnan, konon nama Yenny Wahid mengemuka mendampingi Anies. Lima nama cawapres yang mencuat untuk mendampingi Ganjar, yakni Sandiaga Uno (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif), Erick Thohir (Menteri BUMN), Agus Harimurti Yudhoyono, hingga Jenderal Purn. Andika Perkasa (Mantan Panglima TNI). Tiga nama, Erick Thohir, AHY, dan Muhaimin Iskandar cukup “seksi” karena nama ketiganya juga muncul sebagai cawapres dari capres lainnya.

Namanya juga “mencari jodoh”, apalagi “jodoh politik”, meski telah ada nama cawapres yang menguat untuk menjadi pendamping capres, belum ada yang pede mengumumkan calonnya. Sepanjang belum ada nama yang definitif sebagai calon pendamping masing-masing capres, maka potensi terjadinya padu-padan, bongkar pasang, timbang-menimbang mana yang menguntungkan secara politis (dukungan politik, elektabilitas, dll.) sebelum akhirnya pasangan politik masing-masing ditetapkan. Meski tak ada jodoh yang sempurna, semoga masing-masing capres menemukan jodohnya karena sebagaimana kata pepatah, jodoh tak akan kemana. Jodoh itu adalah takdir yang diusahakan bukan takdir yang ditentukan. Sekarang jodoh masing-masing cawapres sedang diupayakan. So, let’s wait and see!

News Feed