English English Indonesian Indonesian
oleh

Unhas Bakal Gelar Simposium, 20 Peneliti Dunia Bahas Garis Wallace

FAJAR, MAKASSAR-Temuan Alfred Russel Wallace kini menjadi perhatian dunia. Utamanya terkait dengan tulisannya garis wallace yang memisahkan geografis hewan Asia dan Australia.

Wakil Rektor IV Unhas, Prof Adi Maulana mengatakan Unhas akan melakukan simposium terkait Alfred Russel Wallace. Kegiatan tersebut akan dilakukan 13-15 Agustus akan dihadiri sedikitnya 20 peneliti dunia. Simposium tersebut para peneliti dunia akan mempresentasikan temuan mereka terkait dengan tulisan Alfred Russel Wallace.

Dalam temuan atau tulisan Alfred Russel Wallace awalnya tidak terlalu mendapat perhatian. Namun kini telah disetarakan oleh Charles Darwin. Hal ini terlihat dari patung Alfred Russel Wallace yang sama besar dengan patung Charles Darwin di Natural History Museum.

Berdasarkan catatan yang melakukan penelitian pertama terkait dengan evolusi adalah Alfred Russel Wallace. Dimana tulisnya yang dikirim dan menjadi dasar teori evolusi Charles Darwin.

“Hanya saja saat pulang ke Inggris Alfred Russel Wallace belum sempat mempublikasikan tulisannya dia mati. Dimana saat pulang dari Indonesia dia sakit malaria,” kata Prof Adi Maulana saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis, 20 Juli.

Lebih lanjut guru besar Fakultas Teknik Unhas ini menuturkan dalam catatan Alfred Russel Wallace selain mencatat biodiversiti flora dan fauna juga menulis terkait perubahan iklim. Hal tersebut belum menjadi bahasan pada 150 tahun lalu. Namun hal tersebut terjadi pada saat ini. Nantinya sebelum simposium akan ada penelusuran jejak Alfred Russel Wallace di Maros. Termasuk rumah yang dahulunya ditempatinya.

Pihaknya juga telah komunikasi dengan pemerintah Kabupaten Maros untuk melakukan konservasi atas rumah tersebut. Pasalnya rumah tersebut terancam hilang karena masuk dalam daerah tambang pabrik semen Tonasa.

“Rumah tersebut nantinya akan dijadikan kawasan objek wisata pendidikan. Ini juga menjadi peringatan untuk 200 tahun Alfred Russel Wallace,” ucapnya.

Rektor Unhas, Prof Jamaluddin Jompa menjelaskan konsep evolusi bentuk kehidupan mungkin merupakan penemuan ilmiah terbesar abad ke-19. Alfred russel Wallace telah mengamati hal tersebut secara bertahun-tahun di Indonesia. Hal ditulis pada tahun 1858 pada makalahnya tentang kecenderungan varietas berangkat tak terhingga dari asal spesies. Keanekaragaman Indonesia yang kaya, membangkitkan rasa ingin tahu dari seorang naturalis yang sering terlupakan, telah melahirkan teori evolusi.

Alfred Russel Wallace telah mencatat pengembangan biogeografi, dengan deskripsi legendaris wallace tentang garis imajiner antara pulau Bali dan Lombok, dan Kalimantan dan Sulawesi. Dia mengenali dua dunia fauna yang terpisah dan sangat berbeda. Makalahnya tentang geografi zoologi Nusantara Melayu juga dikirim dari Ternate setahun kemudian. Wilayah antara “Garis Wallace” ini dan Papua, wilayah Wallace, adalah salah satu hotspot keanekaragaman hayati dunia dengan karakteristik paling unik. “Konsep pemisahan dan evolusi telah dicatat oleh Alfred Russel Wallace secara jelas pada tahun 1858,” bebernya. (edo/*)

News Feed