English English Indonesian Indonesian
oleh

Elektabilitas Terus Meningkat, Erick Dinilai Sebagai Figur yang Mampu Melengkapi Kebutuhan Ganjar dan Prabowo

Menurut Wasisto sebagian masyarakat sangat menyukai peremajaan alutsista dan diplomasi yang dilakukan Prabowo selama menjadi Menteri Pertahanan. “Itu yang menjadi sinyalemen positif dari meningkatnya elektabilitas Prabowo. Apalagi Prabowo sudah melakukan investasi nama yang cukup panjang sebagai capres atau cawapres. Sehingga wajar jika elektabilitasnya terus meningkat. Sedangkan Anies Baswedan meski tak banyak sentiment negatif yang mengarah kepadanya, namun karena tak ada isu mutakhir dan gebrakan baru yang dikeluarkan, membuat elektabilitasnya cenderung stagnan,”ucap Wasisto.

Poltracking juga mengeluarkan survei mengenai elektabilitas cawapres. Dari kandidat yang ada, Erick Thohir masih menduduki puncak tertinggi (17,1%). Runner-up ditempati Sandiaga Salahuddin Uno (15,5%). Sementara itu Ridwan Kamil menempati posisi ke 3 (13,5%). Meningkatnya elektabilitas Erick dinilai Wasisto dikarenakan kinerja yang mereka lakukan selama di menjadi pembantu Presiden Jokowi. Khususnya selama masa pandemi Covid dan peran BUMN dalam pemulihan ekonomi yang dicanangkan Erick.

Dengan gebrakan yang dilakukan di BUMN membuat nama Erick sering menjadi liputan pemberitaan di berbagai media. Selain itu masyarakat juga megapresiasi kinerja Erick. Dalam survei Poltracking juga membuat simulasi pasangan capres dan cawapres. Dari simulasi tersebut nama Erick dipasangkan dengan Ganjar atau Prabowo, mampu meningkatkan kemenangan di pilpres.

Berdasarkan simulasi yang dibuat Poltracking, menurut Wasisto, Erick merupakan figur yang dapat melengkapi kebutuhan capres baik itu Ganjar maupun Prabowo. Selain itu Erick juga merupakan figur yang dipercaya mampu mendulang suara. Khususnya di calon pemilih pemula, segment swing voter dan pemilih di daerah yang belum memiliki preferensi capres tertentu.

News Feed