English English Indonesian Indonesian
oleh

Terima Rp3,4 Juta, Dipalak Rp1,2 Juta, Nakes Kena Pungli Oknum Puskesmas di Pinrang

PINRANG, FAJAR — Ada-ada saja ulah oknum pungutan liar (pungli). Tenaga kesehatan (nakes) pun jadi sasaran.

DI Pinrang, pegawai atau nakes Puskesmas mengalami pemotongan ongkos harian (OH). Salah satu nakes berinisial KS mengungkapkan, dalam kegiatan turun ke lapangan, ia diberikan ongkos harian Rp170 ribu per kegiatan.

Saat ongkos harian tersebut sudah cair, oknum pihak Puskesmas meminta pengembalian Rp60 ribu. Kejadian serupa terus berulang, sehingga membuat hak para nakes terus terpotong.

“Setiap turun lapangan ada ongkos hariannya. Setiap kegiatan nanti akan direkap dan uangnya langsung masuk di rekening. Tapi kalau sudah cair, ada-mi orang Puskesmas hubungi untuk pengembalian dengan alasan untuk dinas,” beber KS, kemarin.

KS menceritakan, dalam satu bulan biasanya ia turun ke lapangan hingga 10 kali bahkan 20 kali. Uang yang diterimanya Rp1,7 juta hingga Rp3,4 juta, akan diminta oleh oknum Rp600 ribu sampai Rp1,2 juta.

“Itu orang di Puskesmas tidak mau kalau ditransfer. Harus dikasih tunai kalau pengembalian,” ceritanya.

Alasan Kesepakatan

Sementara itu, salah satu kepala Puskesmas yang tidak ingin disebutkan namanya menjelaskan bahwa OH yang diminta ke pegawai tenaga kesehatan merupakan kesepakatan antara pegawai dan pihak Puskesmas.

“Itu kesepakatan. Kita tidak paksa karena seikhlasnya-ji,” katanya.

Ia melanjutkan bahwa pengembalian dana tersebut untuk diberikan kepada pegawai yang tidak terdaftar namanya di surat keputusan (SK).

“Misalnya dalam satu kegiatan tiga orang yang turun, tapi cuman satu orang yang masuk namanya, jadi dua orang lainnya tidak dapat kalau tidak dikasih begitu,” lanjutnya.

News Feed