English English Indonesian Indonesian
oleh

Pabrik Pengolahan Bahan Bakar dari Sampah Pertama di KTI Resmi Beroperasi di Pangkep

FAJAR, PANGKEP– Pabrik pengolahan sampah menjadi energi terbarukan pertama di Kawasan Timur Indonesia (KTI) diresmikan.

Peresmian itu dilakukan Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, Sabtu malam 2 September. Pabrik Bahan Bakar dari Sampah atau akronimnya Badriah ini dioperasikan di area Refuse Derived Fuel (RDF) Plant di Desa Padanglampe, Kecamatan Ma’rang.

Pengolahannya menjadikan Kabupaten Pangkep sebagai lokasi pertama berdirinya  pabrik sampah yang kemudian diubah menjadi bahan bakar sebagai sumber Energi Baru Terbarukan (EBT).

“Alhamdulillah pengolahan sampah menjadi sumber baham bakar ini merupakan pertama di Indonesia Timur. Bahkan yang pertama di Indonesia yang beroperasi dengan teknologi terbaru dengan waktu produksi hanya enam hari,” jelas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pangkep, Muhammad Thamrin.

Lebih lanjut juga dikatakan bahwa, kehadiran pabrik pengolahan sampah pertama menjadi energi terbarukan ini pun dikenakan pajak karbon karena memakai EBT yang ramah lingkungan yang bisa mengolah sampah hingga 70 ton perharinya.

“Kelebihan lain dengan adanya pabrik ini, kita tidak perlu lagi menganggarkan untuk pembangunan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah karena sudah diolah menjadi bahan bakar,” ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman pengoperasian mesin pengolahan sampah atau RDF yang diresmikan ini merupakan yang kelima di Indonesia. RDF di Pangkep ini merupakan alat yang lebih efektif dan ramah lingkungan yang hasilnya langsung bisa dimaanfaatkan menjadi bahan bakar.

News Feed