English English Indonesian Indonesian
oleh

Pilot Perempuan di Pesawat TNI AU: Menjalankan Misi Pengintaian

Profesi penerbang menjadikannya kebanggaan keluarga. Ia pun mendedikasikan diri sebagai pilot pesawat intai TNI AU.

EDWARD AS,
Lanud Sultan Hasanuddin

Dari Skadron 5 Lanud Sultan Hasanuddin, seorang perempuan berpakaian pilot dengan penuh semangat menyambut. Dialah Diara Paramitha STr (Han), seorang pilot pesawat intai dari Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU).

Diara, yang lahir di Sukoharjo pada 18 Mei 1996, mengaku, ketertarikannya terhadap dunia penerbangan sudah tumbuh sejak kecil. Pengaruh tersebut tak lepas dari profesinya sang ibu yang bekerja sebagai pramugari. Ketertarikan dalam penerbangan tampaknya telah mengalir dalam dirinya sejak ia berada dalam kandungan.

Awalnya, Diara bercita-cita untuk mengikuti jejak ibunya yang bernama Widya Astuti, namun atas dorongan sang ibu agar bisa melampaui karier dirinya, ia mengembangkan cita-cita menjadi pilot wanita. Cita-cita mulia itu tetap ia genggam erat hingga ia lulus dari SMA.

Saat itu, ia hanya ingin menjadi seorang pilot tanpa membayangkan menjadi pilot pesawat di TNI AU. Namun, takdir berkata lain ketika ia mengikuti seleksi di Akademi Angkatan Udara (AAU) pada tahun 2018. Di sinilah tekadnya mengemuka untuk menjadi seorang pilot TNI AU.

Melalui pelatihan dan ujian fisikologi yang melelahkan, Diara akhirnya berhasil lulus dan mencapai impiannya menjadi pilot pesawat intai. Pesawat pertamanya adalah jenis Grob, sebuah pesawat kecil yang ternyata cukup sulit untuk dikendalikan karena tekanan udara yang tinggi membuatnya sering terguncang. Namun, Diara tak pernah kehilangan semangat, justru semakin bersemangat menghadapi tantangan tersebut.

News Feed