English English Indonesian Indonesian
oleh

Puasa dan Sustainable Corporate

Oleh: Sutardjo Tui*
Salah satu hikmah puasa Ramadan adalah dapat mencegah umat Islam dari perbuatan tercela dan kurang baik. Dalam hal perkataan dan perbuatan, misalnya. Perkataan dan perbuatan dapat merusak akhlak dan moralitas seseorang serta dapat membuatnya menjauhkan diri dari perbuatan yang tidak diperintahkan oleh Tuhan YMK.

Di samping menahan lapar dan dahaga serta syahwat dari mulai terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari, puasa termasuk mengendalikan hati, pikiran, dan anggota badan dari hal-hal yang menimbulkan dosa. Aktivitas berpuasa tersebut hanya diri sendiri dan Tuhan YMK yang mengetahui.

Dibutuhkan kejujuran dalam berpuasa. Tidak ada orang lain mengetahui bahwa benar seseorang itu berpuasa. Faktor kejujuran sangat diperlukan dalam pelaksanaan ibadah puasa. Termasuk dalam pelaksanaan aktivitas bisnis, kejujuran (trust) merupakan prasyarat utama.

Trust dapat menimbulkan kepercayaan publik terhadap suatu perusahaan, berdampak pada brand image. Trust pada brand image dapat memenangkan persaingan karena trust brand image, tingkat kepercayaan konsumen terhadap produk hasil suatu perusahaan meningkat. Konsumen akan sulit berpaling ke produk merk lain.

Oleh sebab itu, perusahaan dengan budaya organisasi yang berlandaskan dan berbasis kejujuran berdasarkan aplikasi pelaksanaan ibadah puasa, sangat dekat dengan kesuksesan. Kejujuran diperlukan. Penentu trust, antara lain transparansi dan integritas.

Keduanya merupakan upaya perusahaan menyediakan informasi yang jelas, terbuka, dan akurat tentang keadaan sesungguhnya suatu perusahaan. Transparansi, integritas, dan konsistensi semuanya terangkum dalam bingkai kejujuran.

News Feed