English English Indonesian Indonesian
oleh

Angka Kemiskinan di Pinrang Meningkat, Gagal Panen Dituding Penyebab

PINRANG, FAJAR–Badan Pusat Statistik (BPS) Pinrang merilis angka kemiskinan Pinrang meningkat 0,11 persen pada 2023. Angka kemiskinan Pinrang per Maret 2022 sebesar 8,79 persen atau 33,64 ribu jiwa.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Pinrang Muh Aris Lantong mengatakan dengan kenaikan 0,11 persen Maret 2023, kini kemiskinan di Pinrang mencapai 8,90 persen alias di angka 37,00 ribu jiwa.

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Pinrang Andi Tjalo Kerrang menjelaskan penyebab naiknya angka kemiskinan karena inflasi pada barang atau kebutuhan pokok. Naiknya garis batas kemiskinan dan kekeringan yang melanda kawasan pertanian.

“Kekeringan yang melanda kawasan pertanian menyebabkan produksi tanaman pangan tidak maksimal sehingga berdampak negatif bagi masyarakat Pinrang yang mayoritas berprofesi sebagai petani,” ujarnya, pekan lalu.

Kondisi ini memprihatinkan. Pemkab akan segera melaksanakan tindakan untuk penanggulangan kemiskinan. Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) di Dinas Sosial akan menjadi dasar acuan dalam penyaluran bantuan sosial guna meringankan biaya hidup masyarakat miskin.

“Jadi kita juga berikan bantuan pelatihan keterampilan dan alat-alat keterampilan guna membantu masyarakat miskin dalam memperoleh kesempatan bekerja atau berusaha,” ungkapnya.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Pinrang, Edia mengupayakan bentuk pelatihan berbasis lokal agar semua terkover untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Dari kami sendiri mengusahakan untuk mengurangi angka pengangguran agar dapat sejalan dengan upaya pengentasan kemiskinan,” jelasnya. (irm/zuk)

News Feed