English English Indonesian Indonesian
oleh

Israel Tuduh PBB Ditunggangi Hamas, Indonesia Bereaksi Keras

JAKARTA, FAJAR–Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia menegaskan tuduhan Israel soal dugaan staf Badan Pengungsi PBB untuk Palestina (UNRWA) terlibat serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober lalu, harus dibuktikan.

“Setiap tuduhan harus dibuktikan. Karena itu, investigasi yang menyeluruh, kredibel dan transparan harus dilakukan,” kata juru bicara Kemlu RI Lalu Muhamad Iqbal dalam pernyataan resmi ke awak media, Selasa (30/1/2024).

Tuduhan Israel ini mengakibatkan sejumlah negara pendonor, termasuk Amerika Serikat selaku salah satu pendonor terbesar, menangguhkan bantuan dana untuk UNRWA.

Sampai saat ini tercatat 12 negara mengikuti jejak AS di antaranya Inggris, Kanada, Prancis, Italia, Jerman, Belanda, Swiss, Australia, Selandia Baru, Finlandia dan Jepang.

Terkait hal ini, Indonesia menyayangkan keputusan sejumlah negara pendonor yang langsung menangguhkan dukungan keuangan ke UNRWA, sebelum tuduhan itu dibuktikan.

“Langkah tersebut akan memperburuk situasi kemanusiaan di Gaza, Palestina, yang saat ini sudah sulit,” lanjut Iqbal.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi juga menyayangkan sikap negara-negara tersebut.

“Indonesia menyayangkan ditangguhkannya dukungan keuangan kepada UNRWA oleh beberapa negara donor, di saat para pengungsi Palestina sangat memerlukan bantuan,” ujar dia saat konferensi pers pada Senin.

Sikap Indonesia itu Retno sampaikan saat menghadiri pertemuan antar Menlu ASEAN (ASEAN Foreign Minister/AMM) di Laos. Israel sebelumnya menuding 12 staf UNRWA terlibat serangan pada 7 Oktober lalu. UNRWA sementara itu menyatakan telah memecat staf mereka yang diduga terlibat dalam serangan.

News Feed