English English Indonesian Indonesian
oleh

Kualitas Debat Diharap Lebih Berkualitas

FAJAR, MAKASSAR – Debat kandidat kedua yang melibatkan Calon Wakil Presiden, dinilai merosot. Sebab, tidak ada gagasan brilian dan kritis yang bisa disampaikan dalam debat ini.

Pakar politik Universitas Hasanuddin, Adi Suryadi Culla menilai, kualitas debat Cawapres ini justru anjlok dibanding debat perdana. Sebab, semuanya terlihat monoton dan mengambang.

Kata dia, ada berbagai hal yang memengaruhi hal ini. Pertama karena Mahfud menjadi bagian dari pemerintahan saat ini, Gibran menjadi representasi pemerintah, sementara Cak Imin dinilai tidak sigap dan kurang cerdas membaca situasi.

”Debat ini merosot dibanding debat pertama. Padahal debat pertama tidak maksimal. Padahal kami berharap Cak Imin sebagai antitesa dari kubu pemerintah sekarang bisa vokal. Namun nyatanya tidak mampu melihat peluang itu,” ujarnya.

Selain itu, Suryadi Culla menganggap debat ini lebib mirip dengan cerdas cermat. Sebab tidak ada gagasan kritis yang tersaji. Sehingga, ketiga paslon tersebut dianggap sekadar menggugurkan kewajiban dan banyak cari aman.

”Ini seperti cerdas cermat. Ditanya lalu dijawab, itu pun banyak yang melenceng. Menurut saya, Cak Imin dan Mahfud banyak cari aman. Kalau Gibran kan representasi pemerintah sekarang. Mungkin karena Mahfud menteri dan Cak Imin dekat dengan Jokowi,” kata dia.

Dia berharap, pada debat selanjutnya ada gagasan kritis yang disampaikan. Sehingga, debat benar-benar bisa menjadi salah satu metode untuk mempengaruhi arah pilihan para pemilih.

”Semoga debat selanjutnya lebih berkualitas. Karena kalau begini, saya.rasa tidak akan banyak berpengaruh kepada pemilih karena mengambang. Justru Gibran yang leluasa, karena Mahfud dan Cak Imin melempem,” kata dia.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPD PDIP Sulsel Bidang Ideologi dan Kaderisasi, Muhammad Iqbal Arifin menilai, secara umum debat Cawapres ini tidak begitu menarik. Sebab, penguasaan panggung didominasi oleh Mahfud MD.

”Debat cawapres ini malam seperti kurang menarik. Karena dari tema yang dimunculkan, Cak Imin ngerti sedikit, Pak Mahfud paripurna. Sayangnya, talenta Gibran yang ditunggu-tunggu, justru tidak muncul. Karena jawaban yang dia berikan, malah ditanggapi dengan pertanyaan,” ujarnya.

Namun dalam debat ini dia menegaskan, keberhasilan Ganjar dalam mengurus rakyat sudah terbukti. Sebab, hal itu diakui langsung oleh Wakil Calon Preaiden nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka.

”Poinnya, Gibran mengakui Pak Ganjar memberikan ruang besar selama dia menjadi Wali Kota Solo. Artinya, andil Pak Ganjar sangat besar terhadap kemajuan Solo dan turut terlibat atas keberhasilan Gibran memimpin sebuah daerah,” lanjutnya.

Khusus untuk penampilan Mahfud, dinilai sangat sigap, tegas dan jelas, dalam hal menyampaikan gagasan. Bukan hanya efektif memanfaatkan waktu, tetapi juga lugas dalam menyampaikan, menanggapi, juga bertanya.

”Yang paling utama, meski Pak Mahfud malam ini diperhadapkan dengan tema ekonomi, tetapi itu dikuasai dengan baik. Menyangkut digitalisasi, program Ganjar-Mahfud, dengan target pertumbuhan ekonomi 7 persen dan 17 juta lapangan kerja,” kata dia.

Kata Iqbal, target itu diturunkan dalam tiga hal. Pertama Indonesia sehat, dalam hal ini bukan hanya sehat fisik dan mental masyarakatnya, namun juga memberantas semua yang ada kaitannya dengan KKN.

Yang kedua, Ganjar-Mahfud bertekad membawa Indonesia berdaya. Dengan begitu, pemberdayaan bisa dilakukan lewat digitalisasi. Meski Mahfud mengaku, mendalami digitalisasi tidak mudah, sehingga butuh kekuatan hukum.

”Apalagi sekarang marak digitalisasi yang disalahgunakan oleh oknum tertentu, untuk melakukan penipuan. Inilah yang akan diperbaiki Pak Ganjar dan Pak Mahfud,” bebernya.

Poin ketiganya, Ganjar-Mahfud bakal menciptakan tenaga terampil.

Maksudnya, hal ini diharapkan bisa menciptakan sumber daya yang mampu meningkatkan pendapatan dua kali lipat dati kondisi saat ini.

”Targetnya kan satu dusun satu sarjana, setiap kelompok masyarakat harus ada sarjana. Ganjar-Mahfud konsisten bahwa digitalisasi harus sejalan dengan pengetahuan. Tetapi dengan ilmu pengetahuan saja tidak cukup, perlu kita sikat semua yang berbau KKN,” kata dia.

Setelah debat ini, Iqbal mengaku bakal diterjemahkan kedalam program turunan di TPD dan parpol koalisi. Itu ditindaklanjuti dengan membuat konten yang sesuai dengan konteks lokal.

”Apa yang kita saksikan malam ini akan ditindaklanjuti dengan konten lokal. Kami akan elaborasi dengan debat perdana dalam bentuk konten lokal,” jelasnya.

Konten dimaksud akan menarasikan semua gagasan yang diusung oleh Ganjar-Mahfud. Termasuk mempertegas poin-poin yang disampaikan dalam dua debat yang sudah berlangsung.

”Kami narasikan kepada warga Sulsel kedalam konten lokal. Misalnya, bagaimana memusuhi korupsi, menciptakan lapangan kerja dengan memberdayakan semua sumber daya yang ada di masyarakat, kita gandakan pendapatan dan anggaran dengan sumber daya yang dimiliki masyarakat,” tuturnya.

Hal paling penting adalh kepastian hukum untuk semua golongan. Dalam hal ini, Mahfud dianggap sebagai tokoh yang paling tuntas dibanding kandidat lain. ”Soal hukum, Pak Mahfud jangan ditanya lagi. Kepastian hukum adalah hal yang mutlak diperjuangkan,” tutupnya. (wid)

News Feed