English English Indonesian Indonesian
oleh

8710 Hektare Lahan Padi di Bone Gagal Panen

FAJAR, BONE-Sebanyak 8710 hektare lahan pertanian di Kabuparen Bone puso alias gagal panen akibat kekeringan ekstrem.

Puso sendiri adalah kerusakan pada tanaman yang ditimbulkan oleh suatu bencana yang membuat kerusakan di atas 75 persen sehingga sulit dimanfaatkan.

Kekeringan ekstrim ini tercatat melanda Bone pada pertengahan tahun 2023 lalu, hingga Oktober. 

“Data terkahir itu yang puso ada sebanyak 6.978 hektare ditambah yang terkahir masuk 1732 hektare, jadi ada sebanyak 8710 hektare,” terang Kepala Seksi Serealia, Dinas Pertanian, Tanam Pangan, Hortikulutura dan Perkebunan Bone, Nuraqidah, kemarin.

Puso ini dilaporkan tertinggi terjadi di Kecamatan Kahu dengan jumlah lahan mencapai 2.909 hektare, disusul Tellu Siattinge mencapai 1.162 dan Linureng 1.052 hektare.

Diperkirakan jumlah puso ini jauh lebih tinggi, sebab pihaknya masih mendapatkan laporan-laporan tak resmi dari masyarakat.

“Seperti di Kahu, ada yang lapor samapi 7000 hektare lahan di sana (gagal panen),” imbuhnya.

Soal kerugian dari ribuan hektare lahan Padi yang puso ini, pihaknya masih belum mengkalkulasi lebih lanjut. 

Kepala Bidang Tanam Pangan, Abdul Rauf mengaku, hujan pada Oktober 2023 lalu dilaporkan menjadi penolong petani yang lahannya dilanda kekeringan. 

“Untung ada hujan di Oktober, jadi ini penyelamat, ini bisa lebih tinggi lagi seandainya tidak hujan,” terangnya.

Menurutnya kekeringan akibat el Nino di 2023 lalu dianggap jadi yang terparah. Makanya pihaknya akan menyiapkan sejumlah strategi agar el Nino di 2024 ini tak lagi membawa kerugian bagi petani.

News Feed