English English Indonesian Indonesian
oleh

Suku Bunga Acuan Berpotensi Turun, Jika Penuhi Aspek Ini

Dengan kondisi ini, lanjutnya, tekanan dari penguatan dolar AS terhadap mata uang negara berkembang pun mulai berkurang, sejalan dengan kembali terjadinya aliran masuk modal asing, termasuk ke Indonesia.

“Kami memperkirakan, siklus kenaikan suku bunga negara maju, termasuk Fed Fund Rate (FFR) alias bunga acuan di Amerika Serikat telah berakhir. FFR diperkirakan akan mulai diturunkan pada semester kedua 2024 sebanyak tiga kali dengan total sebesar 75 basis poin,” terangnya.

Dia menyebutkan besaran bunga BI Rate 6 persen menunjukkan konsistensi fokus kebijakan moneter yang pro stabilitas nilai tukar rupiah serta langkah preemptive dan forward looking.

“Yang jelas kami akan tetap sabar melihat kondisi dalam negeri dan global serta memastikan inflasi terkendali,” ucapnya.

Analis Keuangan dan Perbankan Sulsel, Sutardjo Tui mengatakan dalam penentuan suku bunga BI harus selalu memperhatikan tekanan eksternal dan internal. Eksternal bunga dipengaruhi oleh kebijakan bank central Amerika Serikat yakni The Fed.

Sedangkan internal dipengaruhi oleh naiknya harga barang-barang mengakibatkan inflasi, serta pemulihan ekonomi yang terus berjalan saat ini. Sehingga memang ada beberapa faktor yang menjadi pemicu penentuan suku bunga.

“Jadi untuk menekan inflasi, salah satu caranya adalah mengurangi jumlah uang beredar melalui pengurangan pemberian kredit, pemberian kredit dapat ditekan melalui peningkatan tarif bunga kredit,” jelasnya.

Menurut dia, pengaruh internal maupun eksternal hanya akan bersifat sementara sebelum nantinya pulih kembali. Apalagi melihat saat ini tren perekonomian yang terus membaik.

News Feed