English English Indonesian Indonesian
oleh

Kisah Pilu Santi, Rumahnya Terkurung di Antara Perumahan dan Masjid

Nasib pilu harus dialami Santi (52) warga Jalan Cilalallang, Kelurahan Buakana, Kecamatan Rappocini, Makassar. Kediamannya yang ia tinggali selama 30 tahun itu kini harus terkurung tertutup tembok perumahan.

Abd Majid,
Jalan Cilalallang

Jalan menuju rumah Santi ditutup. Ia terkurung. Ketika ia dan keluarga hendak keluar rumah harus terlebih dahulu meminta tolong. Nahasnya karena dia harus memanjat tembok ke rumah tetangga.

“Dulu itu ada jalan keluar itu di perumahan, ada sedikit tapi baru-baru ditutup. Di situ kami selalu lewat. Cuma karena itu tiga hari sudahnya ditutup ini jalan sebelahnya (samping Masjid), jadi saya terkurung di dalam. Yang tutup pihak masjid,” ungkap Santi saat ditemui awak media di kediamannya, Rabu, 30 Agustus.

Sebelum ditutup oleh pihak masjid, Santi sehari-harinya keluar dari rumah melalui jalan sempit yang disediakan. “Ada jalananku memang di situ, jalanan khusus saya, tapi digeser ke yang sudah dicor (ditutup) ini,” katanya, sambil menunjuk jalan yang sudah ditutup.

Ibu rumah tangga dengan empat orang anak itu sempat menanyakan ke pihak masjid dan perumahan mewah itu. Namun alasannya akan dibuatkan jalan lain.

“Katanya, nanti gampang mi itu nanti dikasih pindah kembali. Jadi yang punya tanah minta, tolong dikembalikan saya punya pintu, tapi dia (pihak masjid) tidak mau. Katanya merusak pemandangan, bukan jalanan umum ini,” ujarnya.

“Jadi dia tutup, selama tiga hari ini kami tidak bisa lewat. Terpaksa manjat di rumahnya orang. Saya mau lewat di mana? Di sana rumahnya juga orang. Tidak mau dibikin jalanan,” sambungnya.

Beruntung ada seorang tetangga Santi yang berbaik hati dan rela rumahnya dilewati ketika dirinya dan keluarga hendak keluar rumah.

“Jadi terpaksa kasihan saya memanjat kalau mau pergi mencuci. Tengah-tengah rumahnya orang saya lewati. Dia baik hati kasih kami jalan untuk lewat, walaupun manjat begitu,” bebernya.

“Jadi anakku kodong kalau mau beli, belanja, saya minta tolong ke yang punya rumah. Baru dia ulurkanma (tangga) turun begini,” jelasnya.

Sementara itu, Plt Lurah Buakana, Siti Rahmiati Alwi mengatakan, saat ini pihaknya sudah melakukan mediasi dengan pengurus masjid. Hanya belum menemui titik terang menyelesaikan permasalahan yang ada. “Kita masih menunggu waktu menyelesaikan persoalan warga yang tidak akses jalan keluar untuk jalan rumah itu,” katanya.

Ia mengungkapkan, sejauh ini dirinya juga masih berusaha mendapatkan penjelasan dari warga. Terutama penjelasan bagaimana bisa di sekeliling rumahnya sudah tidak ada lagi akses untuk jalan keluar.

“Saya tidak tahu persis bagaimana dia tinggal di dalam situ tidak ada akses karena ada pembangunan perumahan pokoknya sudah dikelilingi dan tidak ada akses keluar jalan,” ujarnya.

Sementara masjid yang menutup akses jalan tersebut, setahu dirinya merupakan bangunan wakaf. “Itu masjid wakaf kayaknya informasi dari yang saya dapat. Masih ada jalan dulu waktu belum ada perumahan. Sekarang tidak ada karena akhirnya sudah tertutup jalannya. Kemarin sempat dijebol jalan di masjid mungkin keberatan pihak masjid tanpa sepengetahuannya,” jelasnya.

Ia pun berusaha menemui pihak pengembang perumahan untuk akses jalan, tetapi tidak ada hasil. “Kita tidak bisa salahkan perumahan juga karena itu tanahnya. Belum tahu persis ini bagaimana karena baru sebelah pihak yang kami dengar pihak yayasan masjid belum,” tandasnya. (*/)

News Feed