FAJAR, BULUKUMBA-DPRD Bulukumba kini dihiasi perempuan-perempuan hebat. Mereka memberikan warna baru dalam dunia politik lokal. Umy Aisyatun Khadijah dari PKS mencetak sejarah sebagai Ketua DPRD Bulukumba perempuan pertama. Selain itu, ada Fatinah dari PPP dan Hj. Halwatiah dari Partai Demokrat yang turut memperkuat representasi perempuan di lembaga legislatif.
Fatinah, politikus PPP dari dapil Gantarang dan Kindang, dikenal sebagai sosok tangguh yang memperjuangkan kesetaraan gender. “Kita itu semua sama, perempuan juga bisa. Apalagi saya dengan modal pengalaman yang saya miliki selama ini,” bebernya.
Ia menekankan, perempuan memiliki kemampuan yang sama dengan laki-laki dalam politik. Pengalamannya sebagai KAUR Desa dan aktivis HMI menjadi modal berharga baginya. Ia ingin membuktikan bahwa perempuan dari keluarganya juga bisa sukses di dunia politik. “Saya juga ada pengalaman, olehnya hal itu menjadi motivator untuk saya ikut terlibat menjadi politikus perempuan,” bebernya.
Ia juga menceritakan, dari sekian banyak ia bersepupu, tidak ada lain yang berkecimpung di dunia politik. “Olehnya saya mau terlibat dan membuktikan bahwa kita berkeluarga juga bisa,” sambungnya.
Sementara itu, Hj. Halwatiah, pensiunan Kepala Bidang Linjamsos Dinas Sosial Bulukumba dari Partai Demokrat, memiliki semangat untuk melihat perempuan bangkit. Meski telah pensiun, ia memilih untuk terus mengabdi kepada masyarakat. Dorongan dari masyarakat dan keluarga menjadi motivasinya untuk terjun ke dunia politik. “Perempuan harus bangkit, tidak mengenal usia. Buktinya saya masih bisa mengabdikan diri, itu karena memang ada upaya dan doa yang selalu dilangitkan,” katanya.
Kehadiran perempuan-perempuan ini di DPRD Bulukumba diharapkan dapat membawa perubahan positif dan memperjuangkan kepentingan masyarakat, khususnya perempuan.
“Saya bukan hanya semata keinginan sendiri, tapi dorongan masyarakat dan keluarga akhirnya bisa melanjutkan pengabdian dari pegawai menjadi wakil rakyat,” paparnya. (mg5/*)