English English Indonesian Indonesian
oleh

Istiqomah

Ibu-ibu suka sekali pengajian? Alasan tepatnya adalah ibu-ibu selalu berupaya memperbarui atau menambah ilmu nya tentang hadist dan makna dari ayat-ayat Al-Qur’an.

Jika ibu-ibu suka mengikuti majelis ilmu atau pengajian selain bersilahturahim sesama ibu-ibu, saling bercerita dan berdiskusi mereka akan merasa senang karena keluar dari rutinitas kegiatan yang seputar sumur, dapur, dan Kasur.

Lagi pula budaya patriarki telah menempatkan perempuan sebagai ibu, istri yang bertanggung jawab bagi tugas-tugas domestik. Seorang ibu menjadi pendidik pertama kepada anak-anaknya. Ibu-ibulah yang menanamkan nilai-nilai “baik” untuk membangun karakter positif bagi anak-anaknya. Oleh sebab itu, maka dibentuklah wadah diskusi dari komunitas-komunitas perempuan.

Agar pertemuan itu lebih bermanfaat maka diisilah dengan berbagai ceramah, berbagai pelatihan yang bermanfaat untuk membangun wawasan para ibu-ibu, membantu mengembangkan skill dalam mendidik anak bahkan kadang-kadang jika disepakati antara sesama peserta pengajian, acara diisi dengan pemberian keterampilan agar para ibu-ibu dapat membangun Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di masing-masing keluarga.

**

Ada seorang dosen IAIN melakukan penelitian pada mahasiswanya tentang perilaku Istiqamah mahasiswa dari perilaku salat lima waktu. Jumlah Responsen sebanyak 80 orang. Data menunjukkan  hanya 1 % yang melakukan salat 5 waktu secara istiqomah. Umumnya 90 % tidak salat subuh karena lebih baik tidur. Melakukan salat  Zuhur dan Ashar 50 %.  Tetapi salat Magrib dan salat Isya dapat dilakukan oleh semua responden. Istiqomah merupakan salah satu istilah bahasa Arab yang menggambarkan sebuah konsistensi dalam beribadah pada keyakinan.

*

Data tersebut menunjukkan bahwa memang sangat dibutuhkan peran ibu-ibu untuk mendampingi anak-anak milenial agar tetap istiqomah. Oleh sebab itu, wajar jika ibu-ibu berminat mengikuti pengajian karena ibu-ibu harus mempermahir dirinya dalam ilmu agama, agar bisa memberi nasihat dan membangun perilaku istiqomah bagi anak-anaknya.

Arti istiqomah menurut Imam Ibnu Rajab Al-Hambali bahwa Istiqomah ibarat sesorang hamba Allah meniti jalan lurus yaitu mentaati sesuai Al qur’an dan hadist, meninggalkan semua yang ” tidak boleh” atau “dilarang” .

*

Istri yang selalu ikut pengajian secara perlahan-lahan akan berubah menjadi muslimah. Al-Munawi rahimahullah menyampaikan bahwa seorang istri muslimah akan  mengurus suaminya dengan baik dalam kebutuhan sehari-hari dan dalam hal-hal yang baik untuknya, menyayanginya, menjaga hartanya dengan amanah, menjaga keluarganya, dan tamu-tamunya, juga dengan merawat dirinya sendiri (sang istri). ( Ia akan ditanya di akhirat tentang semua itu), yaitu ia akan ditanya apakah telah melaksanakan kewajiban-kewajiban tadi ataukah belum? Dan sudahkah melaksanakannya dengan baik atau belum? Ketika seorang suami telah menyediakan makanan pokok untuk keluarganya di rumah, maka tugas seorang istri untuk mengelolanya. Namun, jika suami menyimpan sendiri makanan pokok tersebut, tidak diberikan kepada istrinya, maka itu di luar tanggung jawab istrinya.” (Faidhul Qadir, 5/38)

**

Semoga kita semua tetap istiqomah mendukung dan membantu memfasilitasi perempuan-perempuan  untuk ikut pada majelis ilmu alias pengajian. Biar perilaku Istiqomah bagi ibu, istri, anak, suami, dan bapak dapat terbentuk sehingga semua berada di  surga dunia dan surga akhirat. (*)

News Feed